sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bali masuk 4 besar destinasi wisata terbaik dunia versi TripAdvisor

Keindahan Bali dalam situs www.tripadvisor.com diibaratkan sebagai kartu pos yang hidup, bahkan sepotong surga di Indonesia.

Hermansah
Hermansah Sabtu, 01 Agst 2020 22:32 WIB
Bali masuk 4 besar destinasi wisata terbaik dunia versi TripAdvisor
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 373.109
Dirawat 64.032
Meninggal 12.857
Sembuh 297.509

Bali meraih posisi empat besar destinasi wisata terbaik dunia dari 25 destinasi terbaik menurut TripAdvisor. Situs travel planning and booking itu, menobatkan Pulau Dewata diposisi keempat di bawah London (Inggris), Paris (Prancis), Crete (Yunani), dalam penghargaan Travellers Choice untuk kategori Destinasi Terbaik Dunia.

Keindahan Bali dalam situs www.tripadvisor.com diibaratkan sebagai kartu pos yang hidup, bahkan sepotong surga di Indonesia.

Bali menawarkan wisata pantai dengan pasir putih yang bersih, wisata selam termasuk bisa melihat bangkai kapal Perang Dunia II, wisata budaya, hingga wisata spa dan yoga di Ubud.

Merespons hal tersebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio, menyambut baik ditetapkannya Bali sebagai salah satu destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor.

Wishnutama berharap penetapan itu semakin memotivasi Indonesia untuk bisa menumbuhkan Bali-Bali baru. Bahkan mendorong upaya meningkatkan pariwisata Bali agar semakin ramah dan berkelanjutan.

Terlebih selama ini Bali sudah dikenal di dunia sebagai destinasi alam dan budaya yang banyak difavoritkan wisman.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, dunia pariwisata Bali telah dibuka secara bertahap mulai dari 9 Juli 2020 untuk lokal, 31 Juli 2020 untuk wisatawan nusantara, dan September 2020 dibuka bagi wisatawan mancanegara.

“Diharapkan setelah di buka, penerapan protokol kesehatan dapat tetap dijalankan dengan disiplin. Jangan sampai setelah dibuka timbul gelombang kedua Covid-19 hal itu yang harus dihindarkan, lantaran pariwisata itu adalah bisnis kepercayaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8).

Sponsored
Berita Lainnya