Tren ramen Jepang terus menunjukkan popularitasnya di Indonesia. Tak hanya hadir di restoran dan kedai khusus, ramen kini semakin dekat dengan keseharian masyarakat melalui produk mi instan. Menangkap tren tersebut, PT Wings Surya resmi meluncurkan Ramen YES, mi instan ramen halal dengan cita rasa Jepang yang ramah di kantong.
Brand Manager Ramen YES, Yohana Adityarani, menjelaskan meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap budaya Jepang, khususnya kuliner, menjadi latar belakang utama kehadiran produk ini.
“Tren ramen tidak pernah pudar,” ujar Yohana, di sela-sela peluncuran Mie Sedaap Ramen YES, di Jakarta, Rabu (14/1). Ia menilai tingginya minat wisata ke Jepang turut membuat masyarakat Indonesia semakin akrab dengan ramen. Seiring waktu, ramen yang dulu identik dengan non-halal kini berkembang menjadi lebih inklusif dan dapat dinikmati berbagai kalangan.
Selain faktor budaya populer Jepang, karakter masyarakat Indonesia yang gemar makanan berkuah juga memperkuat tren ini. Hidangan seperti bakso dan soto dinilai memiliki kedekatan dengan ramen. Dari sinilah Ramen YES diposisikan sebagai solusi praktis bagi pencinta ramen yang ingin menikmati rasa Jepang tanpa harus datang ke restoran khusus.
Pasar Gen Z menjadi salah satu target utama. “Kami melihat konsumen ingin tetap menikmati ramen dengan cara yang mudah, cepat, dan harga yang affordable,” kata Yohana.
Ramen YES hadir dalam dua varian, yakni Hakata Chicken Ramen untuk pencinta kuah dan Tokyo Chicken Yakitori bagi penikmat ramen goreng. Varian Hakata terinspirasi dari ramen khas kota Hakata dengan kuah paitan yang gurih dan kental, sementara Tokyo Chicken Yakitori mengusung konsep dry ramen yang merefleksikan gaya hidup cepat masyarakat urban Jepang.
Dari sisi tekstur, Ramen YES menggunakan mi lurus, mengikuti pakem ramen Jepang. Menurut Yohana, mi lurus berkaitan erat dengan budaya susuru—menyeruput mi—yang telah menjadi tradisi di Jepang selama ratusan tahun dan dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap makanan.
Nuansa autentik ini juga dirasakan oleh personel grup idol Lemon, Michiko dan Andrea, yang turut hadir dalam acara tersebut. Michiko, yang memiliki darah Jepang, menjelaskan setiap prefektur di Jepang memiliki karakter ramen yang berbeda dan antrean panjang di kedai ramen, khususnya di Tokyo, sudah menjadi pemandangan biasa.
“Mi lurus lebih sesuai dengan budaya menyeruput. Kalau mi keriting, rasanya lebih sulit,” ujar Michiko. Sementara Andrea menilai rasa Ramen YES tetap cocok dengan lidah Indonesia karena dipadukan dengan selera lokal.
Dari sisi keamanan, Ramen YES telah mengantongi izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal. Dengan harga di kisaran Rp3.000 hingga Rp3.500, produk ini diharapkan dapat memperluas tren ramen Jepang ke lebih banyak kalangan.
Menurut Yohana, nama Ramen YES lahir dari ekspresi spontan saat seseorang menemukan ramen yang benar-benar cocok dengan seleranya. Ia optimistis tren kuliner Jepang di Indonesia, khususnya ramen, masih akan terus berkembang dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban.