sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dirjen Aptika Kominfo: Manusia alami disrupsi teknologi

Kemkominfo berupaya mengadakan berbagai kegiatan guna meningkatkan kemampuan tingkat literasi digital masyarakat Indonesia. 

Tiara Kandida Enggarsari
Tiara Kandida Enggarsari Kamis, 09 Sep 2021 14:16 WIB
Dirjen Aptika Kominfo: Manusia alami disrupsi teknologi

Direktur Jenderal (Dirjen) Aptika Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, kehadiran pandemi Covid-19 serta perkembangan teknologi, sudah mengubah cara manusia dalam melakukan aktivitas. 

Adanya teknologi sebagai bagian kehidupan dari masyarakat ini juga semakin mempertegas, bahwa manusia sedang mengalami disrupsi teknologi. Maka dari itu, dalam hal ini Semuel meminta kepada masyarakat untuk mewujudkan agenda transformasi digital yang ada di  Indonesia. 

“Sebagai tingkat paling dasar, kemampuan literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi namun juga cermat dalam menggunakannya,” ucap Semuel dalam acara “Serentak Bergerak Mempersiapkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) melalui Literasi Digital” melalui kanal YouTube Direktorat Sekolah Dasar pada Kamis (9/9). 

Menurut survei yang dilakukan Kemkominfo bersama Kata Data pada 2020 terlihat, indeks literasi digital masyarakat Indonesia berada pada angka 3,47 dari skala 1-4. Hal itu menunjukkan bahwa indeks literasi digital masyarakat Indonesia hanya memiliki posisi sedikit lebih tinggi dari tingkat sedang, namun belum pada tingkat yang baik.

Untuk mencapai tingkat literasi digital yang baik, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dengan bantuan dari Cyber Kreasi dan juga stakeholder, Kemkominfo berupaya untuk mengadakan berbagai kegiatan guna meningkatkan kemampuan tingkat literasi digital masyarakat Indonesia. 

“Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat, literasi digital merupakan kunci dan pondasi utama yang harus kita semua miliki,” kata Semuel. 

Semuel berharap bahwa berbagai inovasi kegiatan yang dilakukan bisa memberikan fasilitas dan mendorong terwujudnya masyarakat digital di Indonesia. Keadaan normal yang baru, baik sekarang maupun pascapandemi akan mempercepat proses digitalisasi di berbagai unit kehidupan manusia. 

Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat digital di Indonesia ini, Semuel meminta untuk mempersiapkan SDM yang dibekali dengan keterampilan digital dalam menghadapi perubahan. 

Sponsored

“Mari kita membawa perubahan positif untuk Indonesia yang lebih baik. Kita ciptakan inovasi-inovasi berkualitas dengan mengembangkan talenta dan memaksimalkan potensi masyarakat digital Indonesia. Bersama kita dapat melalui pandemi dengan menjadi lebih baik dari masa sebelumnya,” tutup Semuel. 

Berita Lainnya