sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Halodoc kolaborasi dengan BPJS Kesehatan

Kerjasama antara Halodoc dan BPJS Kesehatan diharapkan menjangkau masyarakat yang berada di pedalaman.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Jumat, 11 Okt 2019 20:39 WIB
Halodoc kolaborasi dengan BPJS Kesehatan

Layanan aplikasi akses kesehatan Halodoc mengandeng BPJS Kesehatan untuk layanan kesehatan. Lewat kolaborasi ini, diharapkan penyediaan akses kesehatan, akan makin mudah bagi masyarakat.

CEO Halodoc Jonathan Sidharta mengatakan, kerja sama dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat hingga ke daerah terpencil. 

"Kami dekat dengan core bisnis social dan punya misi simplifikasi akses kesehatan bagi masyarakat. Semoga dengan kerja sama dengan BPJS, kita dapat membuat Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar terjamin pelayanan kesehatannya," ucap Jonathan pada Kamis (10/10).

Jonathan menyebut, saat ini aplikasi Halodoc telah digunakan secara aktif oleh tujuh juta orang setiap bulan, di seluruh Indonesia.

"Penting bagi kami untuk bisa mempermudah akses kesehatan ke masyarakat. Sebagaimana BPJS bergerak dalam bidang jaminan kesehatan. Kami ingin memperkuat di aspek pengembangan teknologi, tanpa bicara embel-embel bisnis atau keuntungan," ujar Jonathan.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Wahyuddin Bagenda mengatakan, kolaborasi dengan Halodoc ini telah direncanakan sejak 2016.

Hingga kini, sekitar 221 juta penduduk Indonesia sudah terdaftar sebagai pengguna layanan BPJS Kesehatan. 

Hal itu yang mendasari kerja sama peningkatan layanan kesehatan, bagi publik. Wahyuddin berharap, kolaborasi ini dapat memacu pertumbuhan bersama, baik bagi Halodoc maupun BPJS Kesehatan. 

Sponsored

Selain itu, BPJS juga ingin mengembangkan ekosistem pelanggan digital. Sebelumnya, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan penyedia layanan jual-beli daring seperti Go-Pay, Tokopedia, dan Bukalapak.

"Untuk kerja sama dengan Halodoc ini, kami ingin bersumbangsih menyampaikan informasi kesehatan yang lebih baik, dan mengedukasi pengguna terkait akses layanan kesehatan," kata Wahyuddin.

Dalam mempersiapkan kolaborasi itu, Wahyuddin mengatakan, BPJS akan meningkatkan kesinambungan antara pengguna Halodoc dan layanan mobile JKN. 

Mobile JKN sudah diakses oleh enam juta lebih peserta BPJS. Maka, menurutnya, kolaborasi dengan Halodoc pun sejalan dengan prinsip kerja BPJS Kesehatan yang berlandaskan "gotong-royong".

"Kita sedang memasuki persiapan tahapan detail layanan dalam aplikasinya. Ini mencakup upaya promotif dan preventif seputar kesehatan bagi peserta BPJS," ucapnya.

Sejumlah fitur layanan itu, direncakan mencakup penyediaan sarana informasi kesehatan bagi publik. Cara pendaftaran di Mobile JKN, penggantian layanan kesehatan, dan pembayaran untuk layanan kesehatan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mendukung penuh kerja sama itu. Rudiantara menyatakan, percepatan dalam pelayanan kesehatan bagi publik menjadi kebutuhan mutlak bagi publik, terlebih dalam kondisi darurat.

Pertumbuhan layanan kesehatan dengan pemanfaatan teknologi komunikasi, menurut Rudiantara, perlu digiatkan demi menjamin keselamatan dan kesehatan penduduk. 

Hal ini penting, mengingat porsi 5% dari anggaran pendapatan dan belanja negara, sudah dialokasikan bagi kebutuhan masalah kesehatan penduduk. Pemerintah juga telah mengucurkan dana Rp100 triliun setahun untuk operasionalisasi BPJS Kesehatan.

"Saya berharap dengan kolaborasi ini bisa mengatasi masalah kesehatan. Ke depan, harus terus dilakukan akselerasi dan perbaikan layanan kesehatan bagi masyarakat," ujar Rudiantara.