sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mariposa: Jungkir balik perjuangkan cinta

Acha berjuang mendapatkan hati Iqbal dalam film Mariposa.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Sabtu, 14 Mar 2020 22:51 WIB
Mariposa: Jungkir balik perjuangkan cinta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 244676
Dirawat 57796
Meninggal 9553
Sembuh 177327

Acha berjuang mendapatkan hati Iqbal dalam Mariposa, drama romantis berbalut komedi produksi Starvision dan Falcon Pictures. Kisah percintaan remaja ini dilakoni dua bintang muda, yakni Adhisty Zara sebagai Natasha Kay Loovy (Acha), dan Angga Yunanda yang sebagai Iqbal Guanna.

Film Mariposa yang disutradarai Fajar Bustomi ini diangkat dari sebuah cerita populer di Wattpad karya Luluk HF. Cerita yang menghasilkan 75 episode sejak dirilis pada Maret 2017 hingga Juli 2018 itu juga sempat diabadikan dalam bentuk novel.

Film berdurasi 117 menit ini menyuguhkan penonton tentang drama picisan yang biasa terjadi di usia remaja. 

Sosok Acha digambarkan sebagai perempuan yang pintar, berparas cantik, dan memiliki keluarga sempurna. Namun, kesempurnaan ini tidak memuluskan langkah Acha untuk dapat mencuri hati Iqbal. Sebab, Iqbal justru mengacuhkan segala bentuk perjuangan yang dilakukan Acha.

Acuhnya sikap Iqbal bukan tanpa alasan. Lelaki ini digambarkan sebagai sosok siswa yang pintar. Dia sangat berambisi untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri melalui kejuaraan kompetensi nasional sains.

Terlebih, Iqbal juga mendapat tekanan untuk meraih beasiswa itu dari ayah kandungnya. Alhasil, kehidupan Iqbal untuk menghadapi kompetisi nasional sains itu banyak dihabiskan dengan belajar dan mengacuhkan massa percintaan di SMA.

Kendati selalu diabaikan, ambisi Acha untuk menggaet hati Iqbal tidak surut. Menjadi rekan satu tim saat kompetisi nasional sains tersebut, membuka jalan lebar bagi Acha untuk dapat mengorbankan lebih cintanya kepada Iqbal. Hingga suatu waktu, Iqbal sadar akan kedewasaan dan besarnya pengorbanan Acha ketika mereka menjuarai kompetisi tersebut.

Acha dan Iqbal. Youtube Falcon Pictures.

Sponsored

Mengaduk perasaan

Bila film ini menyasar kalangan anak muda, karya Fajar Bustomi ini dapat dibilang sukses mengaduk hati penonton. Meski sebagian besar plot terbilang klise, nampaknya kemampuan Fajar dalam mengolah film romansa anak muda masih dapat diperhitungkan. Terlebih, jika melihat dua karya Fajar sebelumnya yakni trilogi sekuel film Dilan.

Meski sebagian plot yang disajikan masih mudah untuk ditebak oleh penonton. Namun, hal itu dapat diatasi dengan balutan sisi komedi yang tepat ditampilkan, menjadi nilai tambah kekuatan film berdurasi 117 menit ini. Percikan komedi yang disisipkan pada adegan mendebarkan, membuat film ini layak diperhitungkan.

Tak hanya itu, tone gambar yang disajikan dalam Mariposa bak seperti drama percintaan Korea pada umumnya. Alhasil, kekuatan romansa yang diusung pada film ini semakin melekat untuk dinikmati oleh penonton. Selain itu, lagu latar dengan lirik renyah dan penuh drama dapat menguatkan pesan yang ingin disampaikan oleh Mariposa.

Di samping teknis sinematografi, dua bintang utama yang berperan dalam film ini juga layak diacungi dua jempol. Selain kedua paras yang menawan, kekuatan akting Adhisty dan Angga juga dapat meresapi karakter dari tokoh yang diperankan.

Cerita klise

Meski sudah memiliki jam terbang yang terbilang mumpuni, Mariposa racikan Fajar Bustomi dapat dikatakan amat klise dengan film romansa pada umumnya. Konflik yang terasa kering dapat menjadi suatu alasan film tersebut sedikit membosankan.

Di samping itu, sebagian besar plot tentang perjuangan Acha untuk meraih hati Iqbal terasa amat berlebihan. Bagi seorang perempuan dengan usia belasan tahun, perjuangan Acha tidak wajar dalam mengejar seorang dambatan hati hingga di luar batas harga diri.

Terlepas itu semua, Mariposa dapat menjadi obat penawar rindu bagi anak muda yang tengah mengejar dambatan hatinya. Drama romansa anak muda yang mulai tayang pada 12 Maret 2020 ini layak diperhitungkan. Tak heran, jika penayangan di hari debutnya telah ditonton oleh 140.000 orang.

starstarstarstarstar3

Kemampuan sutradara dalam mengolah film romansa anak muda cukup mumpuni

 

Berita Lainnya