sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mengenal perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi

Beberapa orang sering mengaitkan kondisi ini sebagai kulit kering. Padahal, gejala tersebut tak selalu menandakan kulit kering.

Firda Cynthia
Firda Cynthia Selasa, 16 Jun 2020 07:22 WIB
Mengenal perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 66226
Dirawat 31798
Meninggal 3309
Sembuh 30785

Kulit kering dan kulit dehidrasi memiliki gejala yang mirip. Lantas, apa saja perbedaannya agar tak keliru menanganinya?

Sejak April, kita memasuki masa pancaroba atau periode transisi. Masa pancaroba ini dapat membawa dampak pada kondisi kulit, yaitu kulit bisa menjadi terasa kencang, sensitif, hingga terkelupas.

Beberapa orang sering mengaitkan kondisi ini sebagai kulit kering. Padahal, gejala tersebut tak selalu menandakan kulit kering, bisa jadi kulit mengalami dehidrasi. 

Kulit kering dan kulit dehidrasi memiliki gejala yang mirip. Namun, keduanya merupakan kondisi yang berbeda sehingga memiliki penanganan yang berbeda pula.

Kulit kering merupakan salah satu tipe kulit, sementara kulit dehidrasi adalah suatu kondisi kulit yang bersifat temporer.

“Kulit kering memiliki kekurangan minyak atau lemak. Sementara kulit dehidrasi, kekurangan air dalam stratum corneum, yang merupakan lapisan atas kulit," jelas Dermatologis Ariel Haus, dikutip dari laman Laroche Posay.

Kulit kering disebabkan karena berkurangnya produksi minyak alami dari folikel rambut. Dilansir dari Khiels, kondisi ini terjadi sejak seseorang dilahirkan seperti halnya kulit berminyak atau kulit kombinasi.

Selain pada wajah, kulit kering juga terjadi di berbagai bagian tubuh seperti kulit tangan, kepala, kaki, dan sebagainya. Jenis kulit yang kering cenderung mengalami masalah kulit, seperti pengelupasan, keretakan, dan eksim. 

Sponsored

Sementara kulit dehidrasi merupakan kondisi kulit yang kekurangan air dan bisa dialami oleh orang dengan tipe kulit berminyak.

“Kulit dehidrasi tak hanya dialami oleh kulit kering. Kulit berminyak dan kombinasi dapat mengalami dehidrasi juga,” kata Haus.

Ketika kulit mengalami dehidrasi, kulit akan menciptakan lebih banyak minyak untuk mengganti air yang hilang. Minyak berlebih tersebut kemudian dapat menyebabkan jerawat, iritasi, dan bercak kering.

Kulit dehidrasi disebabkan oleh banyak faktor seperti obat-obatan, diet, penggunaan produk kosmetik, lingkungan, hingga cuaca.

Mengutip dari Healthline, ada trik untuk mengetahui apakah kulit mengalami dehidrasi, yaitu dengan mencubit sebagian kecil kulit pipi, perut, dada atau punggung tangan dalam beberapa detik. Ketika cubitan dilepaskan, kulit dehidrasi butuh waktu lebih lambat untuk kembali seperti semula.

Sedangkan pada kulit yang normal, setelah cubitan dilepaskan, kulit akan memantul dan terasa kenyal.

Dilansir dari Dermalogica, kulit kering dapat ditangani dengan menggunakan produk yang mengandung minyak. Jenis kulit kering cenderung lebih sensitif dan memerlukan perawatan yang teratur.

Sementara, untuk kulit dehidrasi yang dibutuhkan adalah air. Pada kondisi ini, akan lebih baik jika menggunakan produk yang kaya air, seperti skin hydrating booster dan skin hydrating masque yang mengandung hyaluronic acid.

Bukan tidak mungkin kulit menjadi kering dan dehidrasi pada saat yang sama. Pada kondisi ini, maka disarankan untuk menggunakan rejimen yang mengandung minyak dan air.

Serba bisa BIN di panggung corona 

Serba bisa BIN di panggung corona 

Selasa, 07 Jul 2020 06:01 WIB
Berharap vaksin dengan anggaran mini

Berharap vaksin dengan anggaran mini

Senin, 06 Jul 2020 19:00 WIB
Berita Lainnya