close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
ilustrasi pixabay.com
icon caption
ilustrasi pixabay.com
Sosial dan Gaya Hidup
Minggu, 07 Juni 2026 16:01

Sudah diet tapi berat badan tak kunjung turun? ini dia penyebab dan cara mengatasinya

Ketahui berbagai faktor yang membuat berat badan sulit turun meski sudah diet, termasuk stres, kurang tidur, dan kebiasaan sehari-hari.
swipe

Menurunkan berat badan sering kali menjadi tantangan bagi banyak orang. Tidak sedikit yang sudah menjalani diet, mengurangi porsi makan, hingga rutin berolahraga, tetapi angka di timbangan tak kunjung bergerak sesuai harapan. Kondisi ini kerap menimbulkan rasa frustrasi dan membuat sebagian orang menganggap program diet yang dijalani tidak berhasil.

Padahal, keberhasilan menurunkan berat badan tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering seseorang berolahraga atau seberapa sedikit makanan yang dikonsumsi. Berbagai faktor, seperti pola makan, kualitas tidur, tingkat stres, hingga kondisi kesehatan tertentu, juga dapat memengaruhi hasil yang diperoleh. Karena itu, penting untuk memahami berbagai penyebab yang mungkin membuat berat badan sulit turun agar upaya diet yang dilakukan menjadi lebih efektif.

Lantas, apa saja faktor yang dapat menghambat penurunan berat badan? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari British Heart dan WebMD, Jumat (5/6).

1. Berharap hasil terlalu cepat

Banyak orang ingin berat badan turun dalam hitungan hari atau minggu. Padahal, kenaikan berat badan biasanya terjadi secara bertahap dalam waktu yang lama. Karena itu, proses menurunkannya juga membutuhkan kesabaran dan konsistensi.

Penurunan berat badan yang terlalu cepat juga berisiko membuat seseorang sulit mempertahankan hasilnya dalam jangka panjang.

2. Hanya fokus pada olahraga

Untuk menurunkan berat badan, tubuh perlu berada dalam kondisi defisit kalori, yaitu ketika energi yang dikeluarkan lebih besar daripada yang dikonsumsi. Meski olahraga membantu membakar kalori, mengandalkannya tanpa mengatur pola makan sering kali tidak cukup efektif.

Selain itu, aktivitas fisik yang berat dapat meningkatkan nafsu makan sehingga seseorang berpotensi mengonsumsi lebih banyak kalori setelah berolahraga.

3. Terlalu membatasi pola makan

Diet yang terlalu ketat dapat membuat tubuh kekurangan nutrisi penting dan meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi camilan. Akibatnya, pola makan seperti ini sering kali sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

4. Mengonsumsi kalori berlebih dari minuman

Banyak orang tidak menyadari bahwa minuman manis seperti soda, jus kemasan, kopi, atau teh dengan tambahan gula dapat menyumbang kalori yang cukup besar setiap hari. Kalori dari minuman sering kali luput dari perhatian saat menjalani program diet.

5. Mengalami stres

Stres dapat memengaruhi pola makan dan membuat seseorang lebih sering mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, atau lemak. Selain itu, kondisi emosional juga dapat memicu kebiasaan makan tanpa sadar.

6. Perubahan gaya hidup

Metode diet yang berhasil dilakukan beberapa tahun lalu belum tentu cocok dengan kondisi saat ini. Bertambahnya usia, kesibukan, atau perubahan aktivitas harian dapat memengaruhi kebutuhan tubuh dan pola hidup seseorang.

7. Kurang tidur

Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa lapar dan cenderung memilih makanan tinggi kalori saat tubuh sedang lelah.

8. Faktor medis

Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan tertentu dapat memengaruhi berat badan atau membuat proses penurunan berat badan menjadi lebih sulit. Jika berbagai upaya sudah dilakukan tetapi hasilnya tidak terlihat, konsultasi dengan dokter mungkin diperlukan.

Tips agar berat badan lebih mudah turun

1. Tetapkan target yang realistis

Penurunan berat badan yang sehat umumnya berkisar antara 0,5 hingga 1 kilogram per minggu. Target yang realistis dapat membantu menjaga motivasi dan membuat hasil lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

2. Kombinasikan pola makan dan olahraga

Olahraga saja sering kali tidak cukup untuk menurunkan berat badan. Mengatur pola makan dan menjaga asupan kalori tetap penting agar tubuh dapat mencapai defisit kalori yang diperlukan.

3. Pilih aktivitas yang disukai

Memilih olahraga atau aktivitas fisik yang sesuai minat dapat membantu menjaga konsistensi. Selain berlari atau bersepeda, aktivitas seperti berjalan kaki, berkebun, atau menari juga dapat menjadi pilihan.

4. Hindari diet yang terlalu ketat

Pola makan yang terlalu membatasi jenis makanan tertentu dapat membuat tubuh kekurangan nutrisi dan meningkatkan keinginan untuk makan berlebihan di kemudian hari.

5. Kurangi minuman manis

Minuman seperti soda, kopi manis, teh manis, dan jus dengan tambahan gula dapat menyumbang kalori yang cukup besar. Mengurangi konsumsi minuman tersebut dapat membantu mengontrol asupan kalori harian.

6. Kelola stres dengan baik

Stres dapat memicu kebiasaan makan emosional yang membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi kalori. Mencari aktivitas alternatif untuk mengelola stres dapat membantu mengurangi kebiasaan tersebut.

7. Pastikan tidur yang cukup

Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Tidur yang cukup membantu tubuh bekerja lebih optimal dalam mengatur berat badan.

8. Catat pola makan dan aktivitas harian

Membuat jurnal makanan dan aktivitas fisik dapat membantu mengidentifikasi kebiasaan yang mungkin menghambat proses penurunan berat badan. Catatan ini juga dapat menjadi bahan evaluasi jika berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan