sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Prenagen, Klikdokter, dan BKKBN berkolaborasi turunkan angka stunting

Tanpa penanganan serius, akan semakin banyak penduduk yang dewasa dan menua dengan perkembangan kemampuan kognitif yang lambat, mudah sakit.

Indah Nawang Wulan
Indah Nawang Wulan Rabu, 05 Mei 2021 11:03 WIB
Prenagen, Klikdokter, dan BKKBN berkolaborasi turunkan angka stunting

Prenagen, Klikdokter, dan BKKBN meluncurkan program Smart Sharing guna menurunkan kejadian stunting di Indonesia. Program Smart Sharing ini bertujuan memberikan edukasi seluas-luasnya kepada masyarakat bagaimana mempersiapkan ketahanan kesehatan keluarga untuk mencegah stunting, menurunkan angka kematian ibu melahirkan, dan menurunkan angka kematian bayi.

Secara garis besar, program ini akan menggelar tiga jenis kegiatan, yaitu edukasi secara online, edukasi secara offline, dan program intervensi gizi di dua kabupaten/kota. Untuk kebutuhan ini, Klikdokter menggunakan sarana aplikasi KlikKB sebagai hub atau pusat komunikasi yang digunakan program ini.

Group Business Unit Head Woman Nutrition KALBE Nutritionals Sinteisa Sunarjo mengatakan, kondisi stunting atau gagal tumbuh pada anak sangat terkait dengan gizi penduduk yang buruk dalam periode cukup panjang. Tanpa penanganan serius, akan semakin banyak penduduk yang dewasa dan menua dengan perkembangan kemampuan kognitif yang lambat, mudah sakit dan kurang produktif. 

"Salah satu aspek penting yang akan dijalankan melalui program Smart Sharing ini adalah rencana melakukan studi observasional dan program intervensi gizi terhadap para ibu hamil, ibu menyusui dan bayi dengan memberikan asupan gizi yang baik, sebagai bagian dari upaya penanggulangan stunting berupa penelitian mendalam terhadap tiga kelompok pengujian yaitu ibu hamil dengan usia kandungan 4-6 bulan, ibu menyusui bayi usia 0-3 bulan, dan bayi usia 6-9 bulan," jelas Sinteisa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/5).

Masa 1.000 hari pertama atau sekitar tiga tahun kehidupan sejak masih dalam kandungan, merupakan masa penting pembangunan ketahanan gizi. Lewat dari 1.000 hari, dampak buruk kekurangan gizi akan sulit diobati. Kekurangan gizi pada ibu hamil juga bisa memicu stunting.

"Nutrisi memang mengambil peran penting yang perlu menjadi perhatian lebih bagi calon orang tua baik sejak masa perencanaan, kehamilan, hingga menyusui. Kami sebagai penyedia produk nutrisi untuk ibu hamil, sangat menaruh perhatian dan mendukung pemberian nutrisi terbaik pada 1.000 hari pertama kehidupan, terutama nutrisi makro dan mikro yang penting dikonsumsi," papar Sinteisa Sunarjo.

Sementara Direktur Bina Akses Pelayanan Keluarga Berencana BKKBN Zamhir Setiawan menegaskan keseriusan pemerintah menangani stunting selama ini, karena sebenarnya dalam lima tahun terakhir angka stunting di Indonesia telah mengalami perbaikan.

"Jumlah kasus stunting di Indonesia pada 2019 mencapai 27,67%. Angka itu berhasil ditekan dari 37,8% di 2013. Namun, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan toleransi maksimal stunting yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yaitu kurang dari 20%. Bahkan hingga akhir tahun lalu, status Indonesia masih berada di urutan empat dunia dan urutan ke-2 di Asia Tenggara terkait kasus balita stunting," jelas  Zamhir.

Sponsored

Presiden Joko Widodo sendiir pada Januari 2021, menargetkan pada 2024 kasus stunting di Indonesia bisa ditekan hingga berada di angka 14% dan angka kematian ibu bisa ditekan hingga di bawah 183 kasus per 100.000 ibu melahirkan.

Berita Lainnya