logo alinea.id logo alinea.id

Salah kaprah soal diet low carb keto

Tidak ada larangan konsumsi telur, daging dan lemak bagi yang ingin melakukan diet low carb keto.

Mona Tobing
Mona Tobing Sabtu, 06 Apr 2019 21:00 WIB
Salah kaprah soal diet low carb keto

Sering kali diet diartikan dengan tidak mengonsumsi sejumlah makanan tertentu. Padahal, cara seperti itu tidaklah tepat. 

Ambil contoh soal diet rendah karbohidrat atau yang dikenal dengan low carb keto. Kebanyakan masyarakat mengartikan diet low carb keto dengan menghindari konsumsi gula, telur daging atau lemak. Padahal tidak ada larangan seperti itu. 

dr. Eric C. Westman, MD, MHS, President of the American Society of Bariatric Physicians menegaskan tidak ada larangan konsumsi telur, daging dan lemak bagi mereka yang ingin melakukan low carb keto

Meski tidak ada larangan, dr Eric mengingatkan sebaiknya Anda mengonsumsi makanan ini sesuai kebutuhan tubuh.

"Low carb keto bukan tidak ada karbohidrat sama sekali. Meski tetap harus menghindari gula dalam bentuk apapun, kalau bisa hindari pasta, grains karena mengandung gula. Saya tidak merekomendasikan kacang karena kalau sudah makan ini bisa keterusan," kata dr Erick.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebenarnya ada beberapa tipe diet rendah karbohidrat yang bisa menjadi pilihan. Yakni konsumsi hanya 20-50 gram karbohidrat per hari atau kurang dari 10% sebesar 2000 kkal karbohidrat. 

Kemudian mengonsumsi karbohidrat kurang dari 130 gram per hari atau kurang dari 26% total energi tubuh atau 26-45% dari total energi.

Waspadai juga gula tersembunyi dalam makanan dan minuman seperti minuman ringan yang ukuran 355 ml mengandung 42 gram atau 10,5 sendok teh gula. Kemudian, dua sendok selai kacang mengandung 2,5 gram gula.

Sponsored

Perlu pula diketahui diet rendah karbohidrat diutamakan untuk orang-orang yang mengalami sindrom metabolik. Hal ini dijelaskan Kepala Divisi Organisasi di Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp A(K) kalau low carb keto tidak diperlukan untuk semua orang dan tidak semua dibutuhkan orang. 

"Karena belum tentu dibutuhkan, tetapi begitu orang itu terkena sindrom metabolik sudah harus memikirkannya. Jangan-jangan jika menjalankan diet keto carb akan membaik," kata dr Piprim. 

Konsultan Jantung Anak di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta yang juga pelaku diet rendah karbohidrat itu mengatakan, sindrom metabolik mencakup lingkar perut di atas 90 cm untuk laki-laki dan 80 cm untuk perempuan. 

Kemudian tekanan darah di atas 130/85 mmHg, HDL kolesterol di bawah 40 dan 50 untuk perempuan, trigliserida di atas 150 dan gula darah puasa di atas 100.

Dia mengatakan, jika seseorang mengidap tiga dari lima kondisi tersebut, maka sudah tergolong sindrom metabolik. Nah, saat itulah ia perlu mempertimbangkan diet rendah karbohdirat sebagai alternatif.

"Coba saja tiga sampai enam bulan. Kalau enak lanjutkan," kata Piprim yang menjalani diet rendah karbohidrat sejak dua tahun terakhir. (Ant)