sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sampah plastik di laut bisa sebabkan kecacatan anak

Indonesia, sesuai Perpres 83/2018, menargetkan bebas sampah plastik di laut hingga 70% pada akhir 2025.

 Ghina Mita Yuniarsih
Ghina Mita Yuniarsih Selasa, 04 Okt 2022 17:35 WIB
Sampah plastik di laut bisa sebabkan kecacatan anak

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan, menjaga laut dari sampah plastik memiliki peran penting. Tidak hanya untuk menjaga ekosistem dan biota yang ada di dalamnya, tetapi juga untuk menjaga kesehatan anak dari kecacatan.

"Sampah plastik ini akan menjadi mikroplastik yang bisa dikonsumsi ikan dan kemudian ketika ikan ditangkap oleh nelayan dan dikonsumi oleh ibu-ibu yang sedang hamil, maka generasi berikut akan cacat," ucapnya dalam webinar, Selasa (4/10).

Sayangnya, ungkap Trenggono, sampah plastik sudah mencemari lautan. "Kalau kita lihat di beberapa laut di dunia, khususnya Indonesia, begitu besarnya juga ditemukan sampah plastik yang mengapung di laut."

Menurutnya, pencemaran tersebut mengganggu tercapainya target Indonesia bebas sampah plastik di laut hingga 70% pada akhir 2025. Visi ini tertuang di dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2018.

"Sejak tahun 2018, pemerintah Indonesia sangat serius dalam upaya penanganan sampah laut. Komitmen pemerintah dalam penanganan sampah laut diatur oleh Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018," paparnya.

"Rencana aksi nasional penanganan sampah laut tahun 2018 hingga 2025 yang memberikan arahan-arahan strategis bagi 20 kementerian lembaga terkait untuk menangani permasalahan laut," imbuh dia.

Untuk menanggulangi masalah ini, terang Trenggono, KKP gencar melakukan sosialisasi menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke laut kepada para stakeholder.

"Kita negara maritim dan halaman depan kita adalah laut, maka seluruh nelayan, kemudian kapal perikanan, kemudian kapal transportasi, kapal logistik, kapal penumpang, semua kita imbau untuk kemudian tidak membuang sampah di laut," tandasnya.

Sponsored
Berita Lainnya
×
tekid