sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tracing pasien positif Covid harus ditingkatkan

Hal itu akan membuat daya kepesertaan masyarakat menjadi lebih meningkat, sehingga upaya tracing dapat berjalan secara cepat.

Andi Adam Faturahman
Andi Adam Faturahman Kamis, 28 Jan 2021 22:23 WIB
Tracing pasien positif Covid harus ditingkatkan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.263.299
Dirawat 160.142
Meninggal 34.152
Sembuh 1.069.005

Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (PBM IHC) Fathema Djan Rachmat menyarankan, perlunya memperkuat pelayanan kesehatan primer (primary healthcare), untuk maksimalkan upaya penanganan pandemi Covid-19.

Primary healthcare, khususnya dalam konteks pemberdayaan di tingkat dasar seperti di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), akan membuat daya kepesertaan masyarakat menjadi lebih meningkat, sehingga upaya tracing dapat berjalan secara cepat dan lebih maksimal. 

“Dalam proses tracing itu perlu kecepatan. Kolaborasi dan koordinasi akan memperkuat dan mempercepat proses tracing,” ujar Fathema dalam keterangan tertulis, Kamis (28/1).

“Dengan percepatan tracing, testing, dan hasil Polymerase Chain Reaction (PCR), maka bisa secepatnya dilakukan isolasi dan treatment. Hal ini penting sekali untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” sambungnya.

Di samping itu, terkait lonjakan kasus penularan yang menyebabkan terjadi Bed Occupacy Rate (BOR), menurutnya hal itu tidak cukup direspons dengan hanya berupaya menambah kapasitas ruangan pelayanan kesehatan, atau pun dengan menambah jumlah tempat tidur pasien.

Meski pemerintah terus menyediakan tambahan tempat tidur pasien, kasus BOR akan tetap terus meningkat. Pasalnya, jumlah kasus penularan terjadi begitu cepat dan signifikan, sehingga tidak akan dapat diimbangi dengan upaya seperti itu.

“Penambahan pasien ini tidak hanya bisa direspons dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas Rumah Sakit saja. Justeru yang harus kita lakukana adalah lebih giat lagi melaksanakan tracing, testing, dan treatment (3T). Kemudian bagaimana pelayanan kesehatan primer juga perlu diperkuat,” ujarnya.

Kendati demikian, ia juga optimis terhadap program vaksinasi yang dinilai akan segera membawa Indonesia ke luar dari situasi pandemi Covid-19 ini. Berdasarkan data yang diperoleh dari pengerahan 2.800 Rumah Sakit, 1.000 Puskesmas, dan 8.000 klinik, kapasitas vaksinasi di Indonesia menunjukkan hasil sekitar 16 juta orang per bulan.

Sponsored

“Dengan kapasitas dan kapabilitas tersebut, untuk mencapai 70% (182 juta) jiwa yang divaksinasi demi mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) harusnya bisa ditempuh dalam jangka waktu 5 – 6 bulan, tentunya dengan vaksin yang tersedia,” imbuh dia.

“Dengan maksimalnya kapasitas dan kapabilitas vaksinasi, saya optimis pemulihan kesehatan dan ekonmi akan cepat kembali. Vaksinasi adalah kesempatan bangsa untuk bangun, pulih, dan kembali tumbuh,” tambah Fathema.

Selain itu, Fathema juga mengingatkan kepada semua lapisan masyarakat untuk tidak melupakan disiplin protokol kesehatan (prokes/memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), meski nantinya sudah divaksin.

“Vaksin juga sangat penting, tetapi tidak bisa terlepas dari 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Vaksin untuk mencapai herd immunity akan memagari orang-orang yang tidak bisa divaksin karena usia atau penyakit, maupun faktor lainnya,” pungkasnya,

Berita Lainnya

Update Cyberpunk 2077 tertunda lagi

Kamis, 25 Feb 2021 16:34 WIB

Pemerintah berupaya jaga pasokan vaksin

Kamis, 25 Feb 2021 02:39 WIB

Pemerintah jaga pasokan vaksin

Kamis, 25 Feb 2021 02:32 WIB