close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto Freepik.
icon caption
Ilustrasi. Foto Freepik.
Sosial dan Gaya Hidup
Sabtu, 02 Desember 2023 20:19

Waspada pneumonia akibat Mycoplasma pneumoniae pada anak

Belum ada data pasti apakah terjadi peningkatan jumlah kasus pneumonia akibat Mycoplasma pneumoniae pada anak di Indonesia.
swipe

Awal November 2023 China melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien dengan infeksi saluran pernapasan. Pada akhir bulan, dilaporkan adanya kluster dengan undiagnosed pneumonia pada anak di China Utara, yang belum jelas apakah kejadian ini berhubungan dengan peningkatan kasus infeksi sistem pernapasan yang dilaporkan sebelumnya, atau merupakan kejadian yang terpisah.

Laporan dari China tersebut mengidentifikasi beberapa bakteri dan virus penyebabnya, yaitu Mycoplasma pneumoniae, influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan SARS COV-2, namun tidak ada informasi terkait derajat keparahan penyakit dan angka kematian akibat penyakit tersebut.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pneumonia merupakan radang pada paru-paru yang sering dijumpai pada anak. Penyakit ini penyebab kematian tersering pada anak balita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri atau virus yang banyak jenisnya. Bakteri penyebab pneumonia yakni Streptococcus pneumonia, Hemophyllus influenza, Mycoplasma pneumonia, dan lain-lain. Sedangkan virus penyebab pneumonia yakni RSV, influenza, adenovirus, SARS-CoV-2, rhinovirus, dan sebagainya. Gejala pneumonia biasanya didahului oleh gejala infeksi saluran napas atas berupa demam, batuk dan pilek selama tiga hingga lima hari dan diikuti dengan sesak atau napas cepat.

Pneumonia dapat dicegah dan dapat diobati. Perilaku hidup bersih sehat, termasuk kebiasaan mencuci tangan dan pemakaian masker, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, vitamin A dosis tinggi, nutrisi dengan gizi seimbang, serta vaksinasi lengkap merupakan beberapa upaya untuk mencegah terjadinya pneumonia pada bayi dan anak. Pemberian antibiotik yang tepat dan rasional oleh dokter merupakan pengobatan yang efektif pada anak dengan pneumonia yang disebabkan oleh bakteri.

Menyerang anak usia sekolah

Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI Rina Triasih mengatakan Mycoplasma pneumonia merupakan salah satu bakteri penyebab pneumonia pada anak yang sudah lama dikenal di dunia kedokteran. Bakteri ini terutama menyerang anak usia sekolah di atas 5 tahun.

Gejala pneumonia akibat Mycoplasma pneumonia sama seperti gejala pneumonia pada umumnya, dan biasanya gejalanya lebih ringan. Pada anak dengan daya tahan yang menurun dapat menyebabkan kondisi yang berat.

"Waktu yang diperlukan untuk timbulnya gejala sejak kuman masuk ke dalam tubuh cukup panjang, tidak secepat virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19," tutur Rina, dikutip Sabtu (2/12).

Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah yanuarso mengatakan saat ini belum ada data resmi dari Kementerian Kesehatan. Pelacakan kuman penyebab pneumonia, kecuali virus influenza pada anak di Indonesia belum rutin dilakukan.

"Sehingga belum ada data pasti apakah terjadi peningkatan jumlah kasus pneumonia akibat Mycoplasma pneumoniae pada anak di Indonesia," tuturnya.

Kendati demikian, IDAI mengatakan peningkatan jumlah kasus undiagnosed pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumonia di China merupakan informasi yang perlu dicermati, diwaspadai, dan ditindaklanjuti. Namun, tidak perlu menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Lalu, surveilans infeksi sistem pernapasan pada anak, termasuk pneumonia di Indonesia perlu lebih ditingkatkan, termasuk peningkatan fasilitas dari pemerintah untuk pengadaan fasilitas pemeriksaan guna mengetahui kuman penyebab pneumonia pada anak, termasuk Streptococcus pneumonia, RSV, Mycoplasma pneumonia, dan lain-lain.

Di samping itu, rumah Sakit, klinik dan Puskesmas di Indonesia disebut perlu melakukan analisis data jumlah pasien dan kunjungan dan kematian akibat infeksi saluran pernapasan atau pneumonia dari waktu ke waktu, baik pasien rawat inap, rawat jalan maupun instalasi gawat darurat. Hal itu dilakukan agar dapat dilaporkan dan dilakukan antisipasi dini jika ditemukan adanya peningkatan jumlah kasus yang signifikan.

IDAI menyebut, Mycoplasma pneumonia bukan merupakan kuman baru, dan pneumonia akibat Mycoplasma pneumoniae biasanya menyebabkan gejala pneumonia yang ringan yang dapat diobati dengan antibiotika. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kembali perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk kebiasaan mencuci tangan dan pemakaian masker.

"Pemberian ASI eksklusif, vaksinasi lengkap dan vitamin A dosis tinggi sangat penting untuk mencegah bayi dan anak dari pneumonia."

 

 

img
Satriani Ari Wulan
Reporter
img
Satriani Ari Wulan
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan