close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi jahe./Foto Janvanbizar/Pixabay.com
icon caption
Ilustrasi jahe./Foto Janvanbizar/Pixabay.com
Sosial dan Gaya Hidup
Minggu, 07 Juni 2026 12:37

5 manfaat jahe untuk kesehatan, dari menjaga imun hingga meredakan mual

Jahe tidak hanya menjadi bumbu dapur, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Simak 5 manfaat jahe untuk membantu mengontrol gula darah, meningkatkan imun, hingga mengatasi mual.
swipe

 

Jahe telah lama menjadi salah satu tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain digunakan sebagai bumbu masakan, rimpang dengan cita rasa pedas dan aroma khas ini juga kerap diolah menjadi minuman hangat maupun ramuan tradisional untuk menjaga kesehatan.

Popularitas jahe bukan tanpa alasan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jahe mengandung senyawa aktif bernama gingerol, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan tersebut dipercaya dapat memberikan beragam manfaat bagi tubuh, mulai dari membantu mengontrol kadar gula darah, mengurangi peradangan, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh.

Tak hanya itu, jahe juga dikenal sebagai salah satu bahan alami yang sering digunakan untuk membantu meredakan mual dan gangguan pencernaan. Berkat berbagai kandungan nutrisinya, jahe menjadi salah satu tanaman herbal yang masih banyak dikonsumsi hingga saat ini sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Berikut lima manfaat jahe untuk kesehatan dilansir dari NKC Health, Jumat (5/6).

1. Membantu mengontrol kadar gula darah

Jahe mengandung senyawa gingerol yang dapat membantu tubuh menyerap glukosa dengan lebih baik dan mendukung pengelolaan kadar gula darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gingerol berperan dalam membantu mengatur produksi insulin, hormon yang bertugas memindahkan glukosa dari aliran darah ke sel-sel tubuh untuk diubah menjadi energi.

Manfaat ini menjadikan jahe berpotensi membantu pengelolaan gula darah, terutama pada penderita diabetes tipe 2.

2. Mengurangi peradangan

Sifat anti inflamasi dalam jahe dapat membantu meredakan peradangan dan nyeri sendi, termasuk yang disebabkan oleh arthritis atau radang sendi. Sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi ekstrak jahe maupun penggunaan topikal pada area yang mengalami peradangan dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kenyamanan penderita.

3. Meredakan nyeri

Beberapa studi menunjukkan bahwa jahe memiliki efek pereda nyeri yang sebanding dengan beberapa obat antiinflamasi umum, seperti aspirin dan ibuprofen. Salah satu manfaat yang paling banyak diteliti adalah kemampuannya dalam membantu mengurangi nyeri akibat kram menstruasi.

Meski demikian, efek jahe cenderung bekerja secara bertahap sehingga lebih efektif sebagai solusi jangka panjang dibandingkan pereda nyeri instan.

4. Membantu meningkatkan sistem imun

Jahe merupakan sumber berbagai vitamin dan mineral penting, seperti zat besi, magnesium, vitamin B6, vitamin C, serta zinc. Kandungan nutrisi tersebut, ditambah sifat antioksidannya, dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, gingerol juga diketahui dapat membantu meredakan gejala flu dan pilek, seperti sakit tenggorokan serta kelelahan otot.

5. Mengatasi mual dan gangguan pencernaan

Jahe telah lama dikenal sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi mual. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu meredakan mual akibat mabuk perjalanan, morning sickness pada ibu hamil, hingga efek samping dari beberapa terapi medis.

Selain itu, jahe juga dapat membantu mempercepat pergerakan makanan di saluran pencernaan sehingga berpotensi mengurangi gangguan pencernaan dan rasa tidak nyaman pada lambung.

Cara mengonsumsi jahe

Jahe dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari jahe segar, bubuk, teh, jus, hingga minyak esensial. Menambahkan jahe ke dalam menu harian dapat menjadi cara sederhana untuk memperoleh berbagai manfaat kesehatannya.

Namun, konsumsi jahe dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti perut kembung, mulas, atau diare. Bagi yang memiliki masalah kantong empedu atau sedang mengonsumsi obat resep tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum meningkatkan konsumsi jahe secara rutin.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan