sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Your Name: Anime terbaik tentang jiwa yang tertukar

Marc Webb digadang-gadang bakal membesut versi remake salah satu film animasi terbaik sepanjang masa asal Jepang, Your Name (2016).

Purnama Ayu Rizky
Purnama Ayu Rizky Jumat, 22 Feb 2019 14:27 WIB
Your Name: Anime terbaik tentang jiwa yang tertukar

Belum lama ini, sutradara film Amazing Spider-Man (2012) Marc Webb digadang-gadang bakal membesut versi remake salah satu film animasi terbaik sepanjang masa asal Jepang, Your Name (2016).

Tak ada salahnya bila kembali mengenang film berjudul asli Kimi no na wa yang disutradarai Makoto Shinkai, sembari menunggu versi terbaru arahan Webb.

Tertukar jiwa

Film ini berkisah tentang Mitsuha Miyamizu, seorang gadis yang merasa terkungkung karena menghabiskan hidup dari kecil sampai remaja di pedesaan.

Mitsuha berkhayal kehidupan modern dan gemerlap khas urban. Suatu pagi, ia bangun dalam kondisi linglung. Ia meraba dadanya dan heran, bagaimana bisa ia punya kelamin perempuan.

Sementara itu, di sebuah apartemen di Tokyo, seorang pemuda bernama Taki Tachibana pun disergap keheranan serupa.

Kok aku jadi laki-laki? Aku di mana?”

Your Name (2016) menyabet banyak penghargaan pada 2016-2018. (Imdb.com).

Pertanyaan ini terus ada di kepala Taki, sampai hari yang panjang berakhir.

Baik Mitsuha dan Taki mencoba meyakinkan diri bahwa itu semua hanya mimpi, yang akan hilang begitu terjaga. Sayangnya, kondisi hidup di tubuh orang lain terus mereka alami. Mereka sudah bertukar jiwa.

Sembari mempertanyakan alasan paling logis, mengapa mereka bisa bertukar jiwa, keduanya tetap menjalani hari-hari seperti biasa.

Taki yang sebelumnya serampangan dan tak berani bicara dengan perempuan yang ia taksir, berubah jadi pribadi yang berbeda. Ia lebih lembut, kemayu, bahkan berani berkencan dengan gebetannya.

Ia juga mendadak norak ketika harus menghabiskan waktu mengudap jajanan di kafe yang tak pernah ada di kampungnya, lalu sibuk mengabadikan makanan dan minuman dengan telepon selulernya.

Sebaliknya, Mitsuha yang menderita kecemasan atas banyak hal, mendadak jadi lebih vokal, kasar, dan kerap membuat neneknya kesal karena tiba-tiba tak bisa lagi menenun kain.