sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Beberapa syarat kurasi konten

Anggota Dewan Pers Arif Zulkifli mengatakan, praktik kutip-mengutip sumber antarmedia bisa dibenarkan. Namun, syaratnya amat ketat.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 08 Apr 2019 16:14 WIB
Beberapa syarat kurasi konten
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Kemudahan akses informasi melalui internet dewasa ini membuat sejumlah media online memilih menjadikan sumber dari media lain, dengan metode tambal-sulam. Praktik semacam ini, di dalam artikel Josh Sternberg berjudul “Why Curation Is Important to the Future of Journalism” yang terbit di Mashable.com, 10 Maret 2011, disebut sebagai kurasi konten.

Sternberg menulis, kurasi konten adalah mengumpulkan semua informasi yang terfragmentasi ke dalam satu lokasi, yang memungkinkan orang untuk mendapatkan akses ke konten yang lebih khusus.

Orang yang bertugas mengkurasi melakukan penyaringan informasi yang dianggap akurat dan kredibel untuk disajikan kembali kepada publik dengan memberinya konteks. Kredibilitas, seperti yang ditulis dalam artikel itu, merupakan kunci dari media yang mempraktikkan proses produksi konten semacam ini.

Torie Rose DeGhett, seorang staf penulis di Current Intelligence dan bloger di The Political Notebook, yang dikutip dalam artikel tersebut mengatakan, membangun kepercayaan penting bagi mereka untuk memvalidasi kurasi sebagai bentuk evolusi dari jurnalisme, dan mereka percaya kerja-kerja yang dilakukan harus memiliki standar yang sama dengan para jurnalis.

Sponsored

Praktik kurasi konten saat ini menjadi hal yang biasa ketika akses informasi terbuka begitu lebar.

Berita Lainnya