close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dollar Amerika Serikat (AS) di Valuta Inti Prima, Jakarta, Selasa (27/11). (Antara Foto).
icon caption
Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dollar Amerika Serikat (AS) di Valuta Inti Prima, Jakarta, Selasa (27/11). (Antara Foto).
Infografis
Jumat, 07 Desember 2018 21:32

Prediksi pertumbuhan ekonomi akhir 2018

INDEF memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 hanya dapat mencapai 5,15%
swipe

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis ekonomi Indonesia berjalan pada kondisi yang baik. Inflasi November sebesar 0,27%, artinya sepanjang Januari hingga November angka inflasi mencapai 2,5%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi tahun ke tahun yang biasanya mencapai 3,23%. Sri menyebut, inflasi tahun ini masih dalam rentang target APBN.

"Saya rasa kalau inflasi masih dalam range APBN kita anggap itu baik. Apalagi ini masih di bawah 3,5%," katanya di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (3/12).

Menurut Sri, masih terkendalinya inflasi menunjukkan ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang kuat di tengah gejolak ekonomi global. Sri menyebut, Indonesia dari sisi rekam jejak terhadap stabilitas harga-harga ini sekarang sudah semakin solid.

Sebab, selama empat tahun berturut-turut inflasi Indonesia berada sekitar 3%. Padahal, kondisinya saat ini tidak menguntungkan seperti nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang fluktuatif, serta harga minyak dunia yang terus susut.

img
Laila Ramdhini
Reporter
img
Fandy Hutari
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan