close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Awkarin alias Karin Novilda./ Instagram
icon caption
Awkarin alias Karin Novilda./ Instagram
Infografis
Rabu, 31 Oktober 2018 14:14

Video Awkarin: Drama jilid dua?

Awkarin ingin membikin nilai-nilai yang sama sekali baru di dirinya.
swipe

Saya menghubungi Farid Fatahillah, konsultan dari lembaga riset Inventure Indonesia untuk meminta pendapatnya soal ini. Menurutnya, ulah Awkarin bisa dikaitkan dengan strategi personal rebranding. “Lelah di media sosial yang dianggap toxic, diburu haters, dianggap sebagai pembunuh (Oka Mahendra, mantan kekasihnya), bikin dia depresi, sehingga membuatnya merasa harus berubah,” ujarnya.

Personal rebranding secara teori memang bertujuan untuk mengubah citra tertentu. Dalam konteks Awkarin, ungkap pria yang akrab disapa Ferre itu, ia ingin menghadirkan nilai yang sama sekali baru. Di dunia pemasaran, rebranding ini adalah sesuatu yang normal.

“Ketika Awkarin merasa nilai-nilai lama tak lagi relevan, mungkin likes berkurang atau ia jenuh dengan citra lama. Misalnya ingin berubah dari Karin yang dulu dikenal berani berpose terbuka, gemar pesta, bad girl. Lalu berubah menjadi orang yang positif, good girl. Ini adalah wajar selama persona branding atau DNA-nya masih melekat,” terangnya.

Muzellec dan Lambkin, dalam buku Corporate Rebranding: Destroying, Transferring or Creating Brand Equity? (2005) membenarkan, rebranding memang bertujuan untuk menciptakan suatu nama yang baru, istilah, simbol, desain, atau kombinasi semua itu. Tujuannya semata-mata demi mengembangkan diferensiasi baru bagi pasar yang ingin dia sasar.

Ini seperti yang dilakukan perusahaan Dunkin Donuts yang belakangan mengumumkan bersalin nama jadi Dunkin saja. Usut punya usut, putusan itu dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menggarap pasar baru anak-anak muda, yang biasa dengan budaya ngopi. Dunkin dikutip Quartz akan lebih banyak mengembangkan menu kopi.

“Kopi sedang jadi hype dewasa ini. Itulah sebabnya, Coke membeli perusahaan kopi di Inggris Costa. Begitu pula, Nestle membeli Blue Bottle dan berharap bisa menjual minuman berkafein tersebut,” ujar penulis Quartz Chase Purdy.

Balada Awkarin. Alinea.id.

img
Purnama Ayu Rizky
Reporter
img
Purnama Ayu Rizky
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan