sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Berita duka: Tokoh pers Sirikit Syah tutup usia

"Sirikit Syah sudah pergi. Tapi pemikirannya dan karyanya terus hidup," tulis Denny JA.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Selasa, 26 Apr 2022 10:49 WIB
Berita duka: Tokoh pers Sirikit Syah tutup usia

Dunia pers Indonesia berkabung. Salah satu penggiat pers senior Sirikit Syah tutup usia, Selasa (26/4) di RS Haji Surabaya, pukul 06.30 WIB. 

"Innalillaahi wainna ilaihi raaji'uun. Telah pulang ke rahmatullah sahabat kita Hernani Sirikit (Sirikit Syah) pada  hari ini Selasa 26 April 2022 pkl 06.30. Semoga almarhumah husnul khotimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya oleh Allah. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah, sabar, dan ihlas. Aamiin," demikian isi pesan yang tersebar di Grup WA jurnalis. Pengusaha dan penulis buku, Denny JA yang merupakan sahabat dari Sirikit Syah mengonfirmasi kabar tesebut.

Menurutnya, ia sempat berkomunikasi dengan suami dari Sirikit Syah, Khoirul Anwar beberapa waktu lalu. Ia mendapat kabar bahwa Sirkit sedang menjalani rawat inap sejak 17 April, dan kondisinya belum stabil.

"Sirikit Syah sudah pergi. Tapi pemikirannya dan karyanya terus hidup," tulis Denny JA.

Sirikit Syah lahir di Surabaya, Jawa Timur, tahun 1960. Ia dikenal melalui karya-karya sastranya berupa esai, puisi, dan cerita pendek yang dipublikasikan di sejumlah media massa. 

Sirikit Syah adalah alumni Universitas Negeri Surabaya dan merupakan salah satu akademisi di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA - AWS) dan pendiri Sirikit School of Writing (SSW).

Dikutip dari Wikipedia, Sirikit mengawali karier sebagai wartawati di Surabaya Post (1984-1990), RCTI/SCTV (1990-1996), dan The Jakarta Post (1996-2000). Namun di sela waktu, dia masih mengabdi di dunia pendidikan dengan mengajar di Universitas Dr. Soetomo (1996-2001). 

Sepulang dari London dengan gelar Master Komunikasi (2001-2002), Sirikit dipercaya mengelola Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya (STIKOSA). Di luar aktivitasnya sebagai pengajar dan wartawan, dia juga menjadi pengamat media yang cukup kritis melalui Lembaga Konsumen Media (Media Watch!) yang didirikan pada tahun 1999.

Sponsored
Berita Lainnya