sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

LBH Pers desak Polisi segera ungkap kasus pembunuhan jurnalis

Pengungkapan motif pembunuhan menjadi hal penting, untuk mengetahui apakah korban pembunuhan adalah jurnalis.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Senin, 04 Nov 2019 11:51 WIB
LBH Pers desak Polisi segera ungkap kasus pembunuhan jurnalis

Konflik lahan di Sumatera Utara kembali menelan korban. Dua warga yang diduga berprofesi sebagai wartawan tewas di lahan perkebunan sawit milik PT Sei Alih Berombang (SAB)/ Koperasi Serba Usaha (KSU) Amelia,  di Dusun VI Desa Wonosari, Panai Hilir, Labuhanbatu, Sumatera Utara. 

Lahan sawit yang berada di kawasan hutan tersebut, memang sedang berkonflik dengan warga setempat. Konflik telah berlangsung tahunan, tanpa ada penyelesaiannya. 

Tewasnya jurnalis yakni: Maraden Sianipar dan Martua Siregar mendapat perhatian dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers. LBH Pers mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan trsebut. 

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Ade Wahyudin mengatakan, terlepas korban jurnalis atau tidak, motif pembunuhan tersebut harus segera diungkap. 

"Nanti diketahui, setelah ada pemeriksaan karena akan terungkap motifnya apa. Kalau misalkan motifnya adalah karena aktivitas korban berkaitan dengan tugas jurnalistiknya. Maka ini, termasuk isu kebebasan pers," tutur Ade kepada Alinea.id pada Senin (4/11).

Pengungkapan motif pembunuhan dikatakan Ade, menjadi hal penting. Sebab, sampai saat ini informasi terkait korban masih simpang siur. Informasi yang diterima Ade menyebut korban sudah tidak aktif sebagai jurnalis.

"Kasusnya harus diusut, terlepas itu jurnalis atau warga sipil. Motifnya akan terlihat ketika sudah dibongkar. Apakah karena berita, apakah karena hal lain," jelas dia.

Bagi Ade, apabila terbukti motif pembunuhan korban terkait aktifitasnya sebagai wartawan, maka ini bisa memengaruhi kerja jurnalis di seluruh Indonesia. Terutama dalam hal keselamatan jurnalis.   

Sponsored

Saat ini, LBH Pers telah menjalin komunikasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan yang berada di Labuhanbatu, Sumatera Utara untuk terus mendapatkan informasi lebih mendalam.

Polsek Panai Hilir diberitakan telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan saksi terkait peristiwa pembunuhan tersebut. Olah tempat kejadian perkara juga telah dilakukan. 

Kebun sawit milik SAB/KSU Amelia ini memang bermasalah. Selain merambah kawasan hutan menjadi perkebunan sawit, keberadaan perusahaan tersebut juga dinyatakan Dinas Kehutanan Sumut sebagai perusahaan ilegal. 

Konflik sosial juga terjadi antara masyarakat setempat dengan perusahaan. Masyarakat setempat menduduki kawasan hutan tersebut, dan perusahaan membalasnya dengan menakuti warga lewat pengamanan oleh aparat. Bentrok antara perusahaan dan warga pun kerap terjadi.