sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

"Kasihan polisi yang meninggal..."

'Insiden saling tembak Brigadir J dan Bharada E menyisakan kejanggalan. Kesaksian tetangga berbeda, hingga dua jurnalis diintimidasi.'

Arpan Rachman
Arpan Rachman Sabtu, 16 Jul 2022 09:44 WIB

Dua jurnalis CNNIndonesiacom dan 20Detik meliput perkembangan kasus adu tembak di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, telah diintimidasi oleh tiga oknum di sekitar lokasi kejadian. Intimidasi itu mendapat kecaman Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers.

Media arus utama membagikan beragam laporannya di laman fan (fanpage) Facebook tentang buntut peristiwa baku tembak antara dua polisi di rumah dinas Irjen (Pol) Ferdy Sambo tersebut.

Di laman fan Tempo Media dibagikan berita video berjudul 'Dua Jurnalis Diintimidasi saat Liputan ke Rumah Kadiv Propam, Rekaman Dihapus'. Berita berdurasi 1:49 detik karya videografer Subekti dan editor Zulfikar Epriyadi telah tayang Jumat (15/7), 11:00 WIB. Kontennya berupa montase foto ditransformasi digital menjadi video dengan iringan musik templat. Tiap sekali tayangan, satu iklan programatik  menyelingi berita video ini.

Bertagar TempoVideo, sinopsis berita: 'Dua jurnalis yakni dari CNN Indonesia dan detikcom mendapat intimidasi saat meliput rumah kadiv Propam.' Video dikomentari 529 akun, dibagikan 83 kali, dan disukai 1,8 ribu dari pantauan Alinea, Jumat (15/7).

"Wah jadi tambah kasihan dengan polisi yang meninggal, sudahlah terbunuh, ada kemungkinan difitnah, kesedihan keluarganya jadi berlipat-lipat. Sebaiknya polisi terbuka saja agar keluarganya juga jadi ikhlas dengan apa yang terjadi," komentar top fan sebuah akun.

Sementara berita bertajuk 'Kasus Brigadir J: Beda Kesaksian Warga hingga Intimidasi Wartawan' dibagikan fan page CNN Indonesia. Sinopsisnya: 'Insiden saling tembak Brigadir J dan Bharada E menyisakan kejanggalan. Kesaksian tetangga berbeda, hingga dua jurnalis diintimidasi.'

Sebanyak 54 akun memberi komentar, lima kali dibagikan, dan 148 jempol menyukai berita ini. Salah satu komentar teratas paling relevan yang dimoderasi Facebook datang dari Albert Cae.

"Semoga secepatnya ada kuasa hukum dari keluarga Brigadir J agar bisa mengawal proses yang sedang berlaku. Dan bisa saja kuasa hukum melaporkan dugaan adanya tindak pidana pembunuhan yang menimpa Brigadir J berdasarkan runutan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi," tulisnya.

Sponsored

Di urutan berikutnya menurut hasil pencarian cepat, laman fan Tribun Jambi membagikan berita '2 Wartawan Diintimidasi Saat Lanjutkan Liputan Misteri Kematian Brigadir Yosua Hutabarat'. Sinopsisnya terurai: 'MAKIN MISTERIUS -- Kasus polisi tembak polisi di rumah Kadiv Propam Polri yang terletak di Duren Tiga, Jakarta Selatan, semakin misterius. Diduga ada pihak tertentu yang tidak ingin kasus ini bisa terungkap kebenarannya. Indikasi tersebut terlihat dari adanya intimidasi pada jurnalis yang sedang meliput di wilayah itu.'

Berita tersebut sedang dikomentari 77 akun, dibagikan sembilan kali, dan disukai 537 jempol. Komentar paling relevan yang dimoderasi platform ini muncul.

"Zaman sekarang walau media diintimidasi, tapi toh zaman sekarang semua orang punya HP android masing-masing, apa saja bisa dipublikasi dan jadi viral. Jadi zezak (baca: jejak) digital ini tidak bisa dianggap main-main," komentarnya.

Berita Lainnya
×
tekid