sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Memirsa reportase di Pasar Kliwon karya mahasiswi KPI di IAIN Kudus

Liputannya diantar beberapa potongan gambar pembuka video menunjukkan Zuhrotun menyeberang jalan sambil menyandang tas menuju Pasar Kliwon.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Senin, 09 Mei 2022 19:50 WIB
Memirsa reportase di Pasar Kliwon karya mahasiswi KPI di IAIN Kudus

Mahasiswi program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus melakukan reportase di Pasar Kliwon, Kudus.

Reportase merupakan sebuah kegiatan jurnalistik berbentuk pemberitaan yang dilaporkan secara lengkap tentang suatu fakta dari peristiwa yang dilihat langsung di lapangan.  

Peliputan tersebut telah disiarkan di kanal Zuhrotun Patiayu, Jumat (29/4). Reportase ini guna memenuhi penugasan Ulangan Tengah Semester (UTS) Genap untuk mata kuliah Jurnalistik yang diampu oleh Abas Fauzi SSn, MA.

Di kanal Youtube pribadinya, tercantum keterangan bahwa video jurnalistik ini dibuat oleh Zuhrotun Patiayu dengan NIM 2140210091 dari Kelas C2KPI.

Liputannya diantar beberapa potongan gambar pembuka video menunjukkan Zuhrotun menyeberang jalan sambil menyandang tas menuju Pasar Kliwon. Menurut profil Linkedin, mahasiswi berjilbab ini berasal dari Bekasi.

Videonya bergambar cukup cerah, kemungkinan diambil videografer melalui ponsel, dan menyertakan keterangan teks di bagian bawah gambar. Adegan reportase dimulai dengan gambar hitam-putih yang diiringi irama instrumental.

"Selamat pagi, pemirsa. Sekarang saya sedang berada di Pasar Kliwon, Kudus. Di mana di sini menjual banyak barang grosiran. Saat ini, terpantau jam 8:30 pagi, masih belum terlalu ramai. Untuk kelanjutannya, mari ikuti saya," kata Zuhrotun mengantar liputannya.

Pasar Kliwon terletak di Desa Rendeng, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Tempatnya di Jalan Jenderal Sudirman, dari Simpang Tujuh ke arah timur, yang merupakan pasar terbesar di Kota Kudus. Dengan letaknya yang strategis dan mudah didatangi, pasar ini sangat ramai pengunjung.

Sponsored

Menurut sejarahnya, pasar ini dulu hanya dibuka tiap hari pasaran Kliwon. Tapi dengan berkembangnya jumlah pengunjung, pasar ini akhirnya buka setiap hari.

Seorang pengunjung di depan toko busana dalam Pasar Kliwon diwawancarai Zuhrotun secara lugas. Meskipun jawaban yang keluar kemudian hanya berupa kalimat-kalimat pendek seperlunya saja.

"Mbaknya, namanya siapa, Mbak?" tanya Zuhrotun.

"Faizah," jawab yang diwawancara.

"Yang dicari apa, Mbak?"

"Baju buat Lebaran."

"Sudah dapat, Mbak?"

"Belum."

"Baju seperti apa yang Mbak inginkan?"

Jawaban narasumber tidak jelas terdengar audionya karena ditimpa kebisingan suasana pasar di sekitar mereka.

"Yang lagi tren di sini ya?" Zuhrotun bertanya lagi. Tapi, jawaban kembali tidak jelas audionya.

"Ini pertama kali ke sini atau sebelumnya sudah pernah?"

"Sudah pernah."

"Terima kasih, Mbak," tutup Zuhrotun mengakhiri wawancara.

Memiliki luas bangunan 13.380 m2, Pasar Kliwon terdiri dari 2.355 kios dengan 75 persen merupakan kios grosir konveksi dan tekstil. Selain itu segala macam dagangan tersedia lengkap. Dari tekstil, konveksi, sepatu, tas, aksesoris, barang rumah tangga, dan kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga grosir.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2022, para pedagang baju dan busana muslim di Pasar Kliwon kebanjiran pembeli, baik dari grosir maupun eceran. Semua mulai mengalami peningkatan order. Per harinya sendiri, barang bisa terjual sekitar 10 lusin lebih. Jumlah itu belum termasuk pembeli ecer yang makin ramai saat mendekati Hari Raya Idulfitri.

Berikutnya, Zuhrotun mewawancarai seorang pedagang bernama Arafah. Dari perbincangan itu, diketahui Ibu Arfah sudah berjualan sekitar 12 tahun, sejak 2010. Ketika wabah pandemi Covid-19 transaksi jual-beli diakuinya menjadi agak sepi.

"Tiga tahun (terakhir) ini memang agak sepi. Kalau yang tahun ini agak meningkat. Kalau kemarin-kemarin sepi," jawab Arfah seraya meneruskan bahwa kini penjualan telah mengalami peningkatan sekitar 30-40 persen.

Perbedaan jenis pembeli antara bulan Ramadan dengan bukan Ramadan diuraikan sang pedagang bahwa kalau bukan Ramadan biasanya yang ramai itu bakulan (grosir). Sedangkan kalau bulan Ramadan lebih banyak yang membeli secara eceran.

"Buka dari jam berapa, Bu?" tanya Zuhrotin.

"Kalau bulan puasa dari 8:30, pulang jam 15:45, cepat pulang. Lebih awal, Mbak, (pulangnya) kalau puasa," jawab Arfah.

Tahun ini merupakan kebangkitan ekonomi, terutama bagi para pedagang di Pasar Kliwon. Pasalnya, Pasar Kliwon ini sempat sepi, bahkan pernah ditutup pada tahun 2020, saat awal pandemi Covid-19.

"Aduh, melelahkan sekali, pemirsa. Saya sendiri sudah mengantongi banyak belanjaan. Kalau kalian ingin membeli perlengkapan apapun itu secara grosir maupun eceran, kalian bisa datang langsung ke Pasar Kliwon di Kudus ini. Saya Zuhrotin Patiayu, selamat siang, dan sampai jumpa," pungkasnya.

Berita Lainnya