sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

160 perusahaan multinasional diklaim dukung Program Kampus Merdeka

Para perusahaan tersebut menwarkan 20.000 posisi untuk magang bersertifikat selama satu semester di luar kampus.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 15 Jun 2021 13:31 WIB
160 perusahaan multinasional diklaim dukung Program Kampus Merdeka

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengklaim, dukungan perusahan bertaraf internasional sangat besar dalam Program Kampus Merdeka. Sebanyak 160 korporasi disebut telah menawarkan 20.000 posisi untuk magang bersertifikat selama satu semester di luar kampus.

"Hari ini, kami luncurkan Program Kampus Merdeka Festival. Partisipasi dunia luar biasa, ada 160 perusahaan kelas dunia bergabung untuk menawarkan 100 posisi per perusahaan untuk magang bersertifikat satu semester di luar kampus," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (15/6).

Nadiem sesumbar, tawaran perusahaan kelas dunia tersebut merupakan suatu kesempatan luar biasa. "Kami belum melihat seperti itu. ada perusahaan menawarkan 100 posisi."

Dalam meluncurkan festival itu, terangnya, Program Kampus Merdeka menjadi wadah untuk mencapai visi sumber daya manusia (SDM) unggul. Kemendikbudristek disebut ingin memerdekakan kampus dari berbagai jenis sekat baik antara akademia dan industri, riset dan pembelajaran, serta antarfakultas dan antarprodi.

Sponsored

Dia melanjutkan, Kemendikbudristek juga telah merancang 8 indikator kerja utama (IKU) untuk dan memberikan insentif keuangan kepada perguruan tinggi negeri (PTN) dalam memaksimalkan jumlah mahasiswa yang keluar kampus, mendapatkan pembelajaran di universitas lain, ke luar negeri, proyek sosial kepada masyarakat, mengajar, kewirausahaan, magang bersertifikat, hingga mencari pengalaman di dunia industri.

Di sisi lain, Nadiem mengatakan, pihaknya juga menerima masukan dari Komisi X tentang pentingnya mengukuhkan Program Kampus Merdeka dalam regulasi dan turunannya. "Seperti guru penggerak, sekolah penggerak, SMK pusat keunggulan, revitalisasi SMK, KIP dan KIP Kuliah, pengadan APK dan TI, event kebudayaan, dan lain-lain," tandasnya.

Berita Lainnya