sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Anak Krakatau siaga, BMKG imbau warga tak gelar hiburan di pantai

Masyarakat diminta waspada terhadap perubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Kamis, 27 Des 2018 20:05 WIB
Anak Krakatau siaga, BMKG imbau warga tak gelar hiburan di pantai

Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan aktivitas cukup signifikan dari level II (waspada) menjadi level III (siaga). Untuk itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tak menggelar acara hiburan di bibir pantai.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan agar masyarakat tetap waspada terhadap perubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Terutama bagi masyarakat di pesisir barat Banten dan timur Lampung. Sebab, masih ada potensi-potensi rawan terkait aktivitas gunung tersebut.

"Masih ada potensi-potensi yang tidak kita inginkan. Kemudian agar masyarakat tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya massal, menyelenggarakan hiburan di pantai yang mengumpulkan banyak orang. Sebab, saat ini kondisi sedang tidak mendukung,” kata Daryono di Jakarta pada Kamis (27/12).

Imbauan BMKG kepada masyarakat bukan tanpa alasan. Menurut Daryono, akibat pengaruh cuaca di Selat Sunda berpotensi menimbulkan gelombang laut yang cukup tinggi. Berdasarkan data BMKG, kondisi gelombang laut di Selat Sunda bagian selatan bisa mencapai 1 sampai 2,5 meter.

“Itu untuk yang bagian selatan ya. Tapi untuk yang di daerah penyebrangan masih cukup aman yaitu setengah meter sampai 1,25 meter,” katanya. 

Dia pun menegaskan bahwa hingga saat ini BMKG masih terus melakukan pemantauan pada gelombang laut selat Sunda di ruangan Indonesia Tsunami Early Warning System. 

“Kita selalu memantau tide gauge di 127 pesisir wilayah Indonesia, kita bisa memantau khususnya di Selat Sunda ada 4 tide gauge yang bekerja dengan baik dan kita amati kondisinya normal-normal saja, tidak ada impuls yang mencurigakan apakah dari tsunami, itu tidak ada," ujarnya.

“Jadi, apakah yang terjadi di sana tidak ada ombak besar, yang kemarin-kemarin itu yang disebutkan karena memang kondisinya sedang musim gelombang tinggi.” 

Sponsored

Sementara Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Serta terus memonitor perkembangan informasi BMKG melalui aplikasi ponsel Info BMKG serta aplikasi Magma Indonesia. Bagi masyarakat di sekitar pantai Lampung dan Banten, menurutnya, agar tidak melakukan aktivitas di bibir pantai.

Berita Lainnya