sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Anies Baswedan berencana relokasi Lapangan Tembak

Buntut penembakan sejumlah ruangan anggota DPR, membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana merelokasi Lapangan Tembak.

Sukirno
Sukirno Kamis, 18 Okt 2018 19:59 WIB
Anies Baswedan berencana relokasi Lapangan Tembak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Buntut penembakan sejumlah ruangan anggota DPR beberapa waktu terakhir, membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana merelokasi Lapangan Tembak.

Anies Rasyid Baswedan mengatakan kemungkinan besar lapangan tembak Senayan akhirnya akan direlokasi ke tempat yang dipandang lebih aman.

"Jadi kemungkinan besar ujungnya (akhirnya) akan ada relokasi. Tapi prosesnya sedang dijalani pembicaraannya lintas instansi mulai dari Setneg, Kemenpora, Pemprov DKI, kemudian Perbakin sebagai yang mengelola. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kata (keputusan) final," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (18/10).

Hal tersebut diungkapkan Anies usai menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PPK GBK yang disebutkannya mendapatkan penilaian bahwa lokasi lapangan tembak saat ini memiliki risiko yang besar karena berdekatan dengan Gedung DPR, sekolah, kantor kelurahan, Kemenpora, hotel dan tempat publik lainnya.

"Concern (keprihatainan) kita, karena ada tempat publik di situ dan sekarang kami dengan Dirut GBK sedang melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak terutama pengelola tentang pemanfataannya. Karena tempat ini memang punya risiko yang besar, karena itu lebih baik berada di tempat yang bebas dari risiko untuk kegiatan tembak menembak. Terlebih jika dilihat datanya insiden peluru nyasar ini bukan yang pertama tapi sudah berkali-kali terjadi," katanya.

Sempat ditemukan peluru di ruang kerja anggota Komisi III DPR RI, Wenny Warouw dari Fraksi Gerindra dan ruang kerja anggota komisi VII DPR, Bambang Heri Purnama dari Fraksi Golkar.

Lalu dua peluru kembali di temukan di gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (17/10), peluru tersebut ditemukan di lantai 10 tepatnya ruang 1008 tempat berkantornya anggota Fraksi Demokrat Vivi Jayanti Jayabaya, dan ruang 2009 tempat berkantornya anggota Fraksi PAN Totok Daryanto.

Perbakin Kasus peluru nyasar itu diduga akibat saat keduanya berlatih menembak di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat.

Sponsored

Lebih lanjut, Anies mengatakan bila dilakukan pemindahan lokasi, maka Pemprov DKI mendukung dan berjanji akan memfasilitasi untuk tata ruangnya sehingga bisa mendapatkan lokasi yang aman.

"Namun untuk tempatnya belum. Tadi juga kita bicarakan perkiraannya dimana, tapi belum dapat. Namun semuanya sepakat bahwa tempat saat ini berisiko untuk berlatih menembak dan relokasi ini hampir final," kata Anies. 

Anies menjelaskan ada kriteria untuk lokasi baru lapangan tembak tersebut, yakni diharapkan tempat yang baru itu semi indoor dan tertutup, sehingga tidak ada lagi potensi peluru nyasar. Kalaupun outdoor, tentu tempatnya harus sangat luas dan jauh dari fasilitas publik.

"Namun lahan baru untuk lapangan tembak belum tahu dimana karena kami belum ada lahan alternatif. Saya ketika ketemu pengurus Perbakin ketika itu, mereka mengharapkan ada lahan di Jakarta, tapi tidak lagi disana," ujar Anies.

DKI sendiri, meski tidak memiliki hak atas lahan lapangan tembak yang merupakan milik Sekretariat Negara, Pemprov memiliki kewenangan tata ruang untuk mengatur peruntukan lahan tersebut.

Usulan pemindahan Lapangan Tembak Senayan sendiri diusulkan oleh berbagai pihak, termasuk salah satunya oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (Ant).

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB

Rekomendasi drakor terbaru di Viu

Senin, 01 Mar 2021 20:39 WIB

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB