close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Aan Kurnia. Foto BNPB
icon caption
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Aan Kurnia. Foto BNPB
Nasional
Selasa, 23 Juni 2020 09:47

Bakamla: Tata kelola keamanan laut belum optimal

Para pelaku ekonomi kerap diperiksa aparat yang berbeda untuk objek hukum yang sama
swipe

Tata kelola keamanan laut di Indonesia dinilai belum optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya tumpang tindih kewenangan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia, yang dampaknya cukup dirasakan oleh pelaku ekonomi.

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Aan Kurnia, mengatakan, pada praktiknya, para pelaku ekonomi kerap diperiksa aparat berbeda untuk objek hukum yang sama, dan berimplikasi pada peningkatan biaya logistik.

Aan menerangkan, tata kelola keamanan laut yang ideal mesti dibangun dari peran elemen kelembagaan yang dilandaskan pada kesamaan visi dan paradigma, serta penyerderhanaan peraturan.

“Kemudian proses tata kelola keamanan laut ini dikelola dalam satu pintu. Sehingga output dari tata kelola satu pintu ini adalah tata kelola keamanan laut yang baik dan terbangun sistem kewaspadaan maritim, serta pemanfaatan sumber daya secara optimal dan pertumbuhan ekonomi,” papar Aan lewat keterangan tertulis, Senin (22/6) malam.

Selain berdampak kepada pelaku ekonomi, masalah ini berpotensi juga pada ancaman keamanan laut. Hingga saat ini, setidaknya ada delapan bentuk ancaman faktual dan potensial terjadi di laut. Yakni, pelanggaran wilayah, perompakan bersenjata, kecelakaan di laut, trans organized crime,  praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUUF), pencemaran di laut, terorisme di laut, dan invasi.

Invasi merupakan ancaman yang paling kecil terjadi, meskipun berbahaya terhadap kedaulatan. Sedangkan IUUF merupakan ancaman yang paling sering terjadi, dan trans organized crime merupakan ancaman paling berbahaya karena memiliki dampak yang luas dan jangka panjang.

“Dari sejumlah permasalahan keamanan maritim, dengan melihat kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman yang potensial dan faktual, maka dapat disusun konsep strategi maritim Indonesia untuk menghadapi seluruh ancaman ini secara sistematis. Strategi maritim ini bertumpu pada presence at sea, sebagai strategi keamanan maritim, explore the sea sebagai strategi ekonomi maritim, dan trust build by sea sebagai strategi diplomasi maritim,” pungkasnya.

img
Fadli Mubarok
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan