sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Benny Harman sebut banyak kasus mangkrak di Imigrasi

Pembenahan Ditjen Imigrasi sangat penting karena berkaitan dengan lalu lintas manusia.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 09 Jun 2021 14:33 WIB
Benny Harman sebut banyak kasus mangkrak di Imigrasi

Banyak kasus di Direktorat Jenderal Imigrasi mangkrak. Pangkalnya, kata anggota Komisi III DPR, Benny Kabur Harman, persoalan itu muncul karena penempatan jabatan dan sistem di dalamnya.

Hal ini, diungkap Benny dalam rapat kerja dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang dihadiri Menkumham Yasonna Laoly dan Wamenkumham  Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej.

Benny mengaku, mendapat bisikan dari seseorang terkait masalah struktural di Ditjen Imigrasi. Tanpa membeberkan namanya, politikus Partai Demokrat itu menyatakan, mendapat informasi penting.

"Soal imigrasi ini, saya mendapat keluhan. Hantu datang ke saya, hantu, Pak. Kenapa saya bilang hantu, ya saya gak sebut manusianya, nama siapa. Kayak buzzer lah. Kalau buzzer lewat medsos, ini dia fisik," kata Benny kepada Yasonna dan Eddy.

Benny mengungkapkan, pembenahan di Imigrasi sangat penting karena berkaitan dengan lalu lintas manusia. "Kasus-kasus yang muncul di waktu lalu, saya gak sebut lagi kasusnya apa, kita sama-sama tahu, ini akibat Imigrasi. Manusianya, juga sistemnya," ujarnya.

Anggota Fraksi Demokrat DPR itu menjelaskan, manusia berkaitan dengan promosi jabatan. Kata dia, kalau seseorang sudah jelas-jelas bermasalah, seharusnya tidak dipromosikan untuk menduduki jabatan penting di lingkup Ditjen Imigrasi Kemenkumham.

Terkait hal ini, Benny kembali menyinggung kasus paspor palsu Anggoro Widjojo, yang pernah diburu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2009. Kala itu Anggoro diduga menggunakan dokumen keimigrasian palsu.

"Ada seseorang yang jelas-jelas dulu terlibat dalam kasus paspor. Saya sebut saja namanya Anggoro Widjojo, nama paspornya Sony Kurniawan. Saya sebut saja karena udah lewat dan gak ada hubungannya dengan teman-teman parpol," beber Benny.

Sponsored

"Saya tidak menyebut namanya, hanya orang itu pernah menjabat Direktur Sistik lah di Ditjen Imigrasi. Siapa orangnya, Bapak (Yasonna) sendiri tahu," lanjutnya.

Menurut Benny, kehadiran pejabat itu membuka pintu bagi kasus-kasus pemalsuan di Ditjen Imigrasi. Seperti pemalsuan KTP dan paspor. "Dan ternyata kerja sama dengan orang dalam Imigrasi itu dan juga pejabatnya," kata politikus sal NTT ini.

Selain meminta Yasonna membenahi promosi jabatan, Benny juga menanyakan penyelesaian kasus paspor palsu berbahan polikarbonat pada 2017/2018. Kala itu, ditemukan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang menggunakan paspor bodong.

"Ini kasus penyelesaiannya gimana? Kalau bisa diselesaikan, karena ini menyangkut duit tidak sedikit, Pak," ungkap Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Benny menambahkan, terkait kasus paspor bodong ini, dia sudah mendapatkan sekoper paspor palsu melalui seseorang yang disebutnya sebagai hantu di atas. "Lalu saya minta orang tadi, si hantu tadi, coba kau bawalah satu koper paspor polikarbonat itu. Dia bawa," kata Benny.

Berita Lainnya
×
tekid