close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Ambhara, Jakarta, Sabtu (17/9). Dok ICMI.
icon caption
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Ambhara, Jakarta, Sabtu (17/9). Dok ICMI.
Nasional
Sabtu, 17 September 2022 13:07

Berganti nama, Pemuda ICMI sasar harapan besar

Nama Masika akan tetap ada sebagai lembaga kajian di dalam Pemuda ICMI.
swipe

Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim Seluruh Indonesia (ICMI) melakukan perubahan nama menjadi Pemuda ICMI. Perubahan tersebut diputuskan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar di Hotel Ambhara, Jakarta, Sabtu (17/9). 

Ketua Umum Pemuda ICMI Ismail Rumadan mengatakan, kontribusi dari para anggotanya diharapkan lebih nyata lagi dengan perubahan nama tersebut. Sedangkan, nama Masika akan tetap ada sebagai lembaga kajian di dalam Pemuda ICMI. 

“Perubahan ini merupakan respons atas rekomendasi Muktamar ICMI sekaligus ikhtiar untuk menegaskan posisi para intelektual muda ICMI untuk bisa lebih kontributif bagi kerja-kerja keumatan dan kebangsaan," katanya dalam keterangan, Sabtu (17/9).

Ismail menyebut, hal ini adalah ikhtiar untuk beradaptasi. Sebab, dengan mengubah dan mempertegas orientasi organisasi menjadi organisasi yang adaptif dan transformatif. 

“Kita juga ingin menjalankan tugas yang melekat pada diri kita sebagai intelektual, khususnya pada peran keumatan dan kebangsaan,” ujarnya.

Ketua Umum ICMI Arief Satria mengatakan, organisasi seperti Pemuda ICMI menghadapi tantangan yang tidak mudah ke depannya. Ritme dinamika perubahan kini semakin cepat dan terjadi bukan lagi dalam kurun abad, melainkan semakin pendek terjadi dalam hitungan dekade. 

“Karenanya kita harus responsif dan adaptif dalam menghadapi perubahan yang serba cepat ini,” ujar Rektor IPB ini. 

Mantan Ketua Umum ICMI Jimly Ashiddiqie mengatakan, cendekiawan adalah mereka yang peduli pada masalah-masalah sosial di sekitarnya, serta ia turut berperan dan berkontribusi sosial. Bahkan, isu global juga harus masuk dalam benak anggotanya supaya dampak besar yang diharapkan selama ini bisa terjawab.

“Karena itu Pemuda ICMI harus memberikan perhatian serius pada masa depan umat dan masa depan peradaban kita, serta ikut berperan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan global,” ujar Jimly. 

Sebagai informasi, Munaslub diadakan dengan agenda tunggal perubahan nama organisasi yang diikuti penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Bertindak sebagai pimpinan sidang yaitu Muharam Yamlean, Taufan Ihsan Tuarita, dan Anco Farham. 

“Hari ini merupakan momentum bersejarah bagi organisasi, menjelang 29 tahun kelahiran organisasi ini,” ujar Muharam.

Wakil Ketua Umum ICMI Priyo Budi Santoso dalam sambutan penutupan Munaslub mengatakan, organisasi kepemudaan ICMI harus tetap mempertahankan ruh kecendekiawanan, keumatan, dan keindonesiaan. 

“Itu adalah salah satu ciri khas yang harus dipertahankan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Masika didirikan pada 8 Oktober 1993 merupakan organisasi otonom yang mewadahi para intelektual muda di lingkungan ICMI. Adapun perubahan nama menjadi Pemuda ICMI merupakan respons atas keputusan dan rekomendasi Muktamar ICMI 2021 yang memasukkan organisasi kepemudaan di dalam struktur Majelis Pimpinan Pusat (MPP) ICMI.

Munaslub Masika ICMI dengan agenda tunggal perubahan nama dihadiri para Pengurus Nasional yang berkedudukan di Ibu Kota dan pengurus 29 organisasi wilayah. Munaslub digelar hybrid secara luring maupun daring. Kata Ismail, keputusan mengubah nama organisasi juga didasari oleh keinginan untuk bisa lebih berperan dalam kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan