Masalah utama pendanaan LSM di Indonesia sejak lama adalah tingginya ketergantungan pada donor asing, menyusutnya bantuan internasional akibat status sebagai negara berpendapatan menengah (middle-income country), serta minimnya dana abadi lokal. Kondisi ini mengancam keberlanjutan program dan kemandirian organisasi, terutama bagi LSM di daerah dan sektor advokasi. Situasi tersebut mendorong perlunya diversifikasi sumber pendanaan.
Di tingkat global, sejumlah organisasi non-pemerintah (LSM) terkemuka telah membangun model pendanaan yang berkelanjutan, beragam, dan kuat, sehingga mampu beroperasi secara independen dengan pendapatan tahunan mencapai miliaran dolar AS.
Berikut lima organisasi dengan model pendanaan berkelanjutan, dikutip dari ngofinancehub.com.
1. World Vision International (WVI)
- Fokus: Bantuan kemanusiaan berbasis anak, respons darurat, dan pembangunan masyarakat.
- Model pendanaan: WVI memiliki pendapatan tahunan mendekati US$2,5 miliar. Organisasi ini mengandalkan kombinasi sponsor individu jangka panjang, donasi swasta, serta kemitraan dengan lembaga pemerintah seperti USAID, Department for International Development (DFID), dan Uni Eropa untuk proyek berskala besar.
2. BRAC
- Fokus: Pengentasan kemiskinan, keuangan mikro, usaha sosial, dan kesehatan.
- Model pendanaan: Berbasis di Bangladesh, BRAC dikenal sebagai pelopor model keberlanjutan finansial. Organisasi ini mengelola jaringan perusahaan sosial—mulai dari produk susu, kerajinan tangan, hingga layanan pendidikan—yang menghasilkan pendapatan untuk membiayai programnya. Model hibrida ini membuat BRAC relatif lebih mandiri dari donor internasional dibandingkan banyak LSM besar lainnya.
3. World Wide Fund for Nature (WWF)
- Fokus: Konservasi lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati.
- Model pendanaan: WWF memiliki lebih dari lima juta pendukung di seluruh dunia. Pendanaannya berasal dari kontribusi keanggotaan individu, kemitraan perusahaan, serta hibah dari yayasan pemerintah dan swasta internasional. Skema ini memungkinkan WWF beroperasi di hampir 100 negara.
4. Médecins Sans Frontières (MSF)
- Fokus: Bantuan medis darurat di wilayah konflik dan bencana.
- Model pendanaan: MSF dikenal dengan komitmennya terhadap kemandirian dan netralitas. Lebih dari 90% pendapatannya berasal dari donor swasta, bukan pemerintah. Basis jutaan donasi individu ini menciptakan struktur keuangan yang berkelanjutan sekaligus fleksibel.
5. Save the Children
- Fokus: Kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak.
- Model pendanaan: Sebagai salah satu LSM terbesar di dunia, Save the Children beroperasi di lebih dari 120 negara. Organisasi ini didukung oleh hibah jangka panjang dari pemerintah donor internasional seperti USAID, kontribusi signifikan dari donor swasta, serta kemitraan dengan sektor korporasi.