close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, meninjau secara langsung dua sentra vaksinasi di wilayah Jakarta yaitu  Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya, Jakarta Selatan dan Pesantren Minhaajurrosyidiin,
icon caption
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, meninjau secara langsung dua sentra vaksinasi di wilayah Jakarta yaitu Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya, Jakarta Selatan dan Pesantren Minhaajurrosyidiin,
Nasional
Minggu, 18 Juli 2021 11:42

Berharap pada vaksinasi Covid-19 door to door

BIN melaksanakan vaksinasi Covid-19 dengan jemput bola serentak di 14 provinsi.
swipe

 Vaksinasi Covid-19 secara door to door oleh Badan Intelijen Negara (BIN) akan berdampak positif pada percepatan mencapai target vaksinasi nasional. Instansi lain diharapkan bisa menjalankan program serupa.

BIN melaksanakan vaksinasi Covid-19 dengan jemput bola serentak di 14 provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua. Program ini menargetkan 19 orang mendapatkan vaksin.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) Ardiansyah Bahar mengatakan, metode door to door akan efektif mempercepat pelaksanaan vaksinasi jika dilakukan secara cepat, luas, dan masif. Jika pelaksanaannya benar, vaksinasi door to door bisa menjangkau warga yang sulit mengakses sentra vaksin. 

"Supaya program door to door ini menjadi masif sehingga bisa efektif, perlu dukungan dari berbagai pihak untuk ikut serta melakukan vaksinasi door to door. Tentu harus dilakukan dengan koordinasi instansi pemerintah setempat yang berwenang," kata Ardiansyah, Sabtu (17/7).

Menurut Ardiansyah, pihak swasta juga bisa berperan mengingat tenaga kesehatan dari instansi pemerintahan sudah sangat kewalahan dengan tugas regulernya.

"Selain door to door, perlu dibuat sentra vaksin yang lebih dekat dengan kawasan penduduk menggunakan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, pasar, terminal, hingga taman bermain," ujarnya.

Anggota DPR Bobby Adityo Rizaldi mengapresiasi, vaksinasi door to door oleh BIN. Dia berpendapat vaksinasi door to door akan efektif mempercepat pelaksanaan vaksinasi. Namun, menurut Bobby, kendalanya adalah sumber daya yang terbatas, baik sumber daya manusia maupun biaya, karena pelaksana vaksinasi harus mendatangi warga.

Bobby menilai jangkauan vaksinasi door to door diperluas. Dia menilai instansi lain bisa melaksanakan program serupa. Karena, dia melihat masih banyak masyarakat yang menganggap vaksinasi menakutkan, sehingga tidak datang ke tempat vaksin yang disediakan. 

"Yang bisa bergerak seperti BIN adalah polisi dan militer, yang mempunyai alat mobilitas yang bisa menjangkau semua daerah atau wilayah dan memiliki daya paksa," tuturnya.

Sedangkan anggota DPR Christina Aryani mengatakan, masih ada masyarakat yang menolak divaksin dengan berbagai alasan. Di sisi lain, banyak juga masyarakat yang mau divaksin namun tidak memiliki akses karena tinggal jauh dari fasilitas kesehatan. Dia berharap dengan metode door to door, jumlah masyarakat yang mendapatkan vaksin Covid-19 terus meningkat.

Hasilnya, lanjut Christina, terdapat daerah-daerah yang tingkat vaksinasinya masih rendah. Padahal, vaksinasi diharapkan bisa menekan risiko berat dari Covid-19. 

"Perlu upaya khusus untuk mengatasi ini. Jemput bola atau program vaksinasi door to door menjadi salah satu mekanisme yang kami nilai perlu dijalankan," kata Christina.

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan