close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Tren angka kelahiran terus turun/ Antara Foto
icon caption
Tren angka kelahiran terus turun/ Antara Foto
Nasional
Sabtu, 07 April 2018 18:03

BKKBN: Tren angka kelahiran bayi terus turun sejak 1991

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menyatakan tren angka kelahiran total di Indonesia terus mengalami penurunan sejak 1991.
swipe

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI menyatakan tren angka kelahiran total di Indonesia terus mengalami penurunan sejak 1991 hingga 2017.

"Secara umum jumlah kelahiran terus menurun, ini merupakan salah satu kabar baik agar terwujudnya masyarakat yang sejahtera," kata Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal di Padang, seperti dilansir Antara, Sabtu (7/4).

Ia menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan pertemuan BKKBN dengan kemitraan bersama media cetak dan elektronik tingkat Provinsi Sumatera Barat 2018.

Pada 1991, katanya, angka kelahiran mencapai 3%, 1994 turun menjadi 2,9%, 1997 (2,8%), 2002 hingga 2012 stagnan sekitar 2,6%, dan tahun 2017 turun hingga 2,4%.

Menurut dia, penurunan tren angka kelahiran tersebut berbanding lurus dengan peningkatan penggunaan kontrasepsi, yakni pada 1991 pemakaiannya 50%.

Kemudian pada 1994 naik menjadi 55%, 1997 (57%), 2002-2003 (60%), 2007 (61%), 2012 (62%), dan 2017 (64%).

Pada 2017, lanjutnya, jumlah penduduk Indonesia 261,9 juta jiwa, terdiri atas 131,6 juta laki-laki dan 130,3 juta perempuan dengan laju pertumbuhan penduduk 1,24% per tahun.

"Jadi saat ini jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan," kata dia.

Nofrijal mengemukakan untuk jangka panjang BKKBN menargetkan tingkat pemakaian kontrasepsi sebesar 60,5%.

Upaya mencapai sasaran tersebut, kata dia, dijalankan dengan melaksanakan berbagai kegiatan prioritas diantaranya pengintegrasian kebijakan pengendalian penduduk ke dalam pembangunan sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan.

Kemudian dengan mengembangkan dan memaksimalkan kampung keluarga berencana sesuai dengan nawacita pemerintah yang ketiga, yakni membangun masyarakat mulai dari pinggiran, desa atau daerah yang selama ini luput dari perhatian.

"Masih banyak warga yang belum menjadi peserta KB, banyak keluarga miskin, dan belum merata mendapatkan sentuhan pembangunan dari pemerintah," tambahnya.

 

 
img
Sukirno
Reporter
img
Sukirno
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan