sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BMKG bantah potensi 1 Syawal jatuh pada 12 Mei

Penetapan 1 Syawal 1442 H merupakan kewenangan Kementerian Agama.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Selasa, 11 Mei 2021 16:47 WIB
 BMKG bantah potensi 1 Syawal jatuh pada 12 Mei

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tidak pernah menetapkan tanggal 1 Syawal 1442 H jatuh pada 12 Mei 2021. Hal ini disampaikan BMKG menyusul beredarnya informasi bahwa potensi 1 Syawal jatuh pada Rabu besok.

"Karena penetapan tanggal 1 Syawal 1442 H adalah kewenangan Kementerian Agama RI yang akan disampaikan melalui sidang isbat yang rencananya akan digelar pada 11 Mei 2021," ujar Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono, dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5).

Rahmat melanjutkan, sesuai amanah Undang-Undang No.31/2009, Peraturan Pemerintah No. 46/2012 dan Peraturan Pemerintah No.11/2016, BMKG melaksanakan perhitungan (hisab) dan pengamatan (rukyat) untuk mendukung penetapan 1 Syawal 1442 H oleh Menteri Agama RI.

"Untuk mendukung penetapan awal bulan Syawal 1442 H, di samping release hasil perhitungan, BMKG juga melaksanakan pengamatan selama 2 (dua) hari yaitu tanggl 11-12 Mei 2021 pada waktu sore hingga malam hari," lanjutnya.

Dijelaskan Rahmat, pengamatan 11 Mei 2021 pada sore hingga malam hari tidak mungkin hilal terlihat karena konjungsi atau ijtimak hilal belum terjadi dan ketinggian hilal masih negatif (minus).

"Dan Potensi terlihatnya hilal pada pengamatan hilal tanggal 12 Mei 2021 antara sedang-besar. Perlu ditegaskan bahwa pengamatan hilal selalu dilakukan sore hingga malam hari, demikian juga pengamatan tanggal 12 Mei 2021, juga dilaksanakan pada sore hingga malam hari," terangnya.

Rahmat kemudian menjelaskan proses atau mekanisme pengamatan (rukyat Hilal) oleh BMKG sebagai mendukung penentuan awal bulan Qomariah (Hijriyah), yakni pengamatan dimulai 3 jam sebelum matahari terbenam atau maghrib sampai dengan dengan 30 menit setelah bulan terbenam atau setelah maghrib.

"Dengan memanfaatkan teleskop yang dihubungkan dengan komputer dan kamera serta dipadukan dengan teknologi informasi," lanjutnya.

Sponsored

Ketika pengamatan dilaksanakan, sambungnya, kecerlangan cahaya hilal akan direkam oleh detektor yang dipasang pada teleskop yang secara otomatis mengikuti berubahnya posisi bulan di ufuk Barat.

"Dengan teknologi informasi, data tersebut langsung dikirim ke server di BMKG Pusat, untuk kemudian disimpan dan disebarluaskan kepada masyarakat secara online (live streaming) ke seluruh dunia melalui http://www.bmkg.go.id/hilal. Sehingga masyarakat luas dapat ikut melihat hilal penentu awal bulan Syawal 1442 H pada hari Selasa, 11 Mei 2021 dan Rabu 12 Mei 2021 pada sore hingga malam hari," pungkasnya.

Berita Lainnya