sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BMKG: Sebagian besar wilayah Indonesia memasuki kemarau

Musim kemarau terjadi pada 69% dari 342 daerah zona musim di Indonesia.

Satriani Ariwulan
Satriani Ariwulan Sabtu, 01 Agst 2020 12:25 WIB
BMKG: Sebagian besar wilayah Indonesia memasuki kemarau
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Sebagian besar wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau pada Agustus ini. Ini terjadi seiring menguatnya angin monsun Australia. Angin itu mengalirkan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia menuju Asia melewati Samudera Indonesia dan wilayah benua maritim Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rilis terbarunya menyebutkan, musim kemarau kini terjadi pada 69% dari 342 daerah zona musim atau ZOM di Indonesia. Mencakup Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, dan sebagian besar Jawa Tengah.

Lalu, sebagian besar Jawa Barat, pesisir utara Banten, DKI, Sumatera Selatan bagian timur, Jambi bagian timur, sebagian besar Riau, sebagian besar Sumatera Utara, pesisir timur Aceh,  Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Timur bagian timur, dan Kalimantan Selatan bagian utara.

Kemudian, Sulawesi Barat bagian selatan, Pesisir selatan Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara bagian utara, Maluku bagian barat, Papua Barat bagian timur, dan Papua bagian utara dan selatan.

Musim kemarau berpotensi menimbulkan kekeringan secara meteorologis pada 31% zona musim. Hari kering terpanjang lebih dari dua bulan akan dialami beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, yaitu Belu, Kota Kupang, dan Timor Tengah Selatan dan di Dompu, Nusa Tenggara Barat. 

Seperti prediksi BMKG sebelumnya, Agustus diperkirakan sebagai puncak musim kemarau bagi sebagian besar wilayah. Sebanyak 65% zona musim akan mengalami puncak musim kemarau, yaitu sebagian besar wilayah NTT, NTB, Bali, sebagian besar Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, dan sebagian Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua bagian selatan. 

Sisanya, 19% zona musim diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada September. Ini mencakup sebagian besar Sumatera bagian tengah, Kalimantan bagian selatan, tengah dan timur, Sulawesi bagian barat, dan Maluku. 

Daerah-daerah yang diprediksi akan mengalami kemarau lebih kering diminta untuk lebih waspada dan menyiapkan diri. Ini mencakup sebagian Riau, Lampung bagian timur, Banten bagian selatan, sebagian Jabar, Jateng bagian tengah dan utara, sebagian Jatim, Bali bagian timur, NTB bagian timur, sebagian kecil NTT, Kaltim bagian tenggara, sebagian Sulsel, Sultra bagian selatan, dan Maluku bagian barat dan tenggara. 

Sponsored

Wilayah yang tidak mengalami musim kemarau pada Agustus ini diharapkan tetap waspada. Karena masih ada potensi curah hujan kriteria tinggi. Ini berpotensi terjadi di sebagian Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah, sebagain Papua Barat, dan Papua bagian tengah.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, pengambil keputusan, dan masyarakat luas untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak puncak musim kemarau. Terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan ketersediaan air bersih.

Berita Lainnya