sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNPB luncurkan Gerakan Mobil Masker di Kota Kendari

Setiap armada akan ditugaskan membagikan masker bagi seluruh lapisan masyarakat yang berada di pusat keramaian, seperti pasar tradisional.

Tiara Kandida Enggarsari
Tiara Kandida Enggarsari Rabu, 03 Nov 2021 16:56 WIB
BNPB luncurkan Gerakan Mobil Masker di Kota Kendari

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meluncurkan Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sulteng). Kegiatan ini bertujuan menguatkan disiplin protokol kesehatan (prokes) dengan pembagian masker.

Acara secara simbolis dibuka Sekretaris Utama BNPB, Lilik Kurniawan, beserta Gubernur Sulteng, Ali Mazi; Sekretaris Daerah Sulteng, Nur Endang Abbas; Tenaga Ahli BNPB, Imam Pramukarno; Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan, Nadirah Seha Nur; serta jajaran Forkopimda Kendari.

"Sebanyak 20 armada mobil masker beserta para Duta Perubahan Perilaku berangkat dari Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara menuju ke tempat keramaian yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11).

Setiap armada akan ditugaskan membagikan masker bagi seluruh lapisan masyarakat yang berada di pasar tradisional, pedagang kaki lima, terminal, dan stasiun. Selain itu, imbauan untuk disiplin menerapkan prokes juga digaungkan para Duta Perubahan Perilaku.

Sponsored

Program ini merupakan gerakan lanjutan BNPB dalam penguatan prokes yang sebelumnya telah dilakukan di beberapa provinsi. Total sebanyak 500.000 masker dibagikan dalam kegiatan ini selain menyalurkan 12.000 sabun cair, 50.4000 sabun batang, dan 50.000 pembersih tangan (handsanitizer).

Gerakan tersebut, terang Abdul, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan prokes, khususnya memakai masker. "Ini juga sebagai upaya dalam mengantisipasi gelombang ketiga dari Covid-19."

Dirinya berharap, kegiatan itu meningkatkan kesadaran publik agar lebih patuh dan tertib menerapkan prokes. "Sehingga masyarakat bisa lebih siap dalam transisi pandemi menuju endemi," tandasnya.

Berita Lainnya
×
tekid