sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cegah Covid-19, Pemprov DKI ubah layanan transportasi umum

Selain membatasi waktu operasi, pemprov juga membatasi jumlah penumpang yang masuk ke setiap tempat menunggu penumpang seperti halte.

Hermansah
Hermansah Minggu, 15 Mar 2020 18:37 WIB
Cegah Covid-19, Pemprov DKI ubah layanan transportasi umum
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengubah kebijakan khusus untuk transportasi umum yang ada di bawah naungan Jak Lingko yaitu Moda Raya Terpadu (MRT), Light Rail Transit (LRT), dan TransJakarta untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di ruang publik.

"Kami menurunkan secara ekstrim kapasitas layanan, jadi jadwal MRT misalnya yang semula keberangkatannya tiap 5 menit dan 10 menit, mulai besok menjadi 20 menit. Rangkaian MRT yang setiap hari beroperasi ada 16 rangkaian akan tinggal empat rangkaian yang beroperasi. Waktunya yang semula dari jam 05.00 WIB sampai 24.00 WIB berubah menjadi 06.00 WIB pagi hingga 18.00 WIB sore, kemudian LRT juga begitu," terang Anies didampingi para petinggi layanan transportasi dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota Jakarta, Minggu sore.

Anies mengatakan layanan LRT yang semula dari pukul 05.30 WIB hingga 23.00 WIB diubah dengan skema layanan mulai pukul 06.00 WIB pagi hingga 18.00 WIB.

Selanjutnya untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta yang semula memiliki skema layanan 24 jam turut berubah dengan skema 12 jam mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

"TransJakarta yang melayani 248 rute akan dikurangi secara signifikan menjadi cuma 13 rute. TransJakarta yang beroperasi dan keberangkatan hanya setiap 20 menit," kata Anies.

Selain membatasi waktu operasi, pemprov juga membatasi jumlah penumpang yang masuk ke setiap tempat menunggu penumpang seperti halte dan stasiun.

Pembatasan ini telah disesuaikan dengan kondisi kebijakan-kebijakan yang sebelumnya diterapkan seperti kebijakan belajar di rumah hingga kebijakan kerja dari jarak jauh.

Selain membatasi layanan transportasi umum, Anies sebelumnya telah mengumumkan peniadaan ganjil genap setidaknya dalam kurun waktu dua minggu ke depan. (Ant)

Sponsored
Berita Lainnya