logo alinea.id logo alinea.id

Dibunuh orang suruhan istri, Edi Candra pengusaha yang jarang di rumah

Korban mempunyai usaha tempat pencucian mobil di dekat rumahnya.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 27 Agst 2019 13:27 WIB
Dibunuh orang suruhan istri, Edi Candra pengusaha yang jarang di rumah

Nasib malang menimpa Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili. Pria berusia 54 tahun yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha itu meninggal di tangan istrinya sendiri, Aulia Kesuma. Untuk menghabisi nyawa sang suami, Aulia menggunakaan jasa orang lain. Jumlahnya mencapai empat orang.  

Sehari-hari Pupung Sadili menempati sebuah rumah di Jalan Lebak Bulus 1 Kavling 129 B Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di rumah dua lantai itu ia tinggal bersama istri dan tiga anaknya, serta seorang perempuan yang merupakan keponakan istrinya. 

Dari ketiga anaknya itu, satu di antaranya, yaitu Mohammad Adi Pradana, turut menjadi korban pembunuhan. Di tangan orang suruhan Aulia Kesuma, Adi Pradana meninggal bersama sang ayah. Aulia Kesuma adalah ibu tiri Adi Pradana. 

Untuk menghilangkan jejak pembunuhan, Aulia Kesuma melibatkan sang anak, Geovanni Kelvin. Namun, oleh warga jenazah Adi Pradana dan Pupung Sadili ditemukan terpanggang di sebuah mobil di Kampung Bondol, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pantauan Alinea.id, rumah Pupung Sadili kini sudah dipasang garis polisi. Diduga, Pupung sempat membuka usaha bakmie di rumahnya. Itu terlihat dari teras rumah yang terdapat papan bekas plang Bakmie Bubur Sapo.

Di sebelah rumah itu terdapat usaha tempat pencucian mobil dengan nama Sauber. Usaha tersebut, kata Maryati, merupakan milik orang tua Pupung Sadili. Tak hanya itu, sebidang tanah yang ada di dekat rumah korban pun milik keluarga Pupung Sadili. 

“Korban Pupung Sadili memiliki usaha. Jadi, dia orangnya jarang di rumah,” kata Maryati kepada Alinea.id di Jakarta, Selasa (27/8). Maryati adalah istri Ketua RT setempat.

Ketika Alinea.id menyambangi tempat pencucian mobil Sauber, pekerja di tempat itu mengaku tak banyak mengetahui kegiatan Pupung Sadili beserta keluarganya. Pasalnya, Pupung jarang berada di rumah karena kesibukannya mengurus usahanya itu.

Sponsored

Sementara Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, mengatakan jajarannya telah menangkap otak pelaku pembunuhan, yaitu Aulia Kesuma. Dari pengakuan Aulia kepada polisi, pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya itu dilatarbelakangi masalah rumah tangga dan utang piutang.

“Dalam melakukan aksi pembunuhan tersebut, pelaku AK (35) menyewa empat orang pembunuh bayaran. Kasus ini terungkap setelah tersangka tertangkap dan memberikan keterangan," kata Nasriadi.

Nasriadi menjelaskan, pembunuhan dilakukan dengan menculik kedua korban terlebih dahulu oleh empat pembunuh bayaran. Setelah berhasil diculik, keduanya dihabisi lalu jasadnya diserahkan kepada Aulia Kesuma dan anaknya Geovanni Kelvin di dalam sebuah mobil. 

Untuk menghilangkan jejak, Aulia Kesuma kemudian menyuruh anaknya Geovanni Kelvin membeli bensin. Kedua pelaku kemudian membawa jasad Pupung dan Adi ke wilayah Kampung Bondol, Desa Pondokaso Tengah, Kecamatan Cidahu.

Ketika menemukan tempat untuk menghilangkan barang bukti dan jejak, pelaku Geovanni Kelvin menyiramkan bensin ke tubuh kedua jasad korban beserta mobil. Tak buang-buang waktu, Geovanni langsung membakar mobil tersebut yang di dalamnya ada Pupung dan anaknya Adi Pradana. Setelah itu, Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin melarikan diri.