sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Doni: Covid-19 nyata, ibarat malaikat pencabut nyawa

Doni Monardo menegaskan Covid-19 bukan rekayasa atau konspirasi.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 13 Jul 2020 16:44 WIB
Doni: Covid-19 nyata, ibarat malaikat pencabut nyawa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menegaskan bahwa Covid-19 bukanlah rekayasa atau konspirasi.

Hal itu diungkapkan Doni menyusul banyaknya masyarakat yang mulai tergiring opini teori konspirasi. Bahkan, Doni menyebut virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China, itu ibarat malaikat pencabut nyawa.

Doni mengatakan, pandemi Covid-19 merupakan sebuah realita yang harus dihadapi, bukan sebuah rekayasa. Buktinya, lanjut dia, kasus positif Covid-19 di dunia kian hari terus merangkak naik.

"Kondisi ini adalah bukti nyata bahwa Covid-19 bukanlah rekayasa atau konspirasi," kata Doni saat Rapat Kerja (Raker) bersama DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/7).

Doni menjeleskan, Covid-19 sudah banyak melahirkan banyak korban jiwa. Sejauh ini, ada 12 juta penduduk dunia yang terpapar Covid-19 dengan jumlah kematian mencapai 550 ribu orang lebih.

Oleh sebab itu, Doni mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan tidak meremehkannya.

Bagi dia, Covid-19 ibarat malaikat pencabut nyawa, khususnya bagi kelompok rentan dan lanjut usia. "Covid-19 ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan, seperti kelompok usia lanjut dan kelompok yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti hipertensi, diabetes, jantung, ginjal TBC, asma dan lain sebagainya," tegas Doni.

Sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto menyampaikan masih banyak pihak-pihak yang skeptis dengan bahaya Covid-19.

Sponsored

Oleh karenanya, ke depan ia meminta agar Gugus Tugas Covid-19 mampu lebih bisa menjelaskan kepada masyarakat akan bahaya virus ini.

Berita Lainnya