close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto Pixabay
icon caption
Ilustrasi. Foto Pixabay
Nasional
Sabtu, 18 Maret 2023 14:40

DPR pastikan pemerintah harus tangan atasi mafia jelang Lebaran

Pasar harus dipastikan dalam tumpangan tangan pemerintah khususnya selama bulan Ramadhan.
swipe

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia mengingatkan pemerintah untuk turun tangan mengatasi harga dan stok pangan supaya tidak ada jangkauan mafia di sana.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengatakan, operasi mekanisme pasar yang digalakan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) harus dimulai dari hulunya yakni distribusi stok pangan.

“Sekarang ini memang mekanisme pasar tapi namanya pasar banyak mafianya,” katanya dalam siaran daring, Sabtu (18/3).

Johan menyebut, pemerintah masih memiliki kekuatan untuk mengatasi para mafia ini. Apalagi komoditas penting seperti beras dan gula masih dikendalikan oleh mafia.

Pasar harus dipastikan dalam tumpangan tangan pemerintah khususnya selama bulan Ramadhan. Jangan sampai, kata Johan, dikendalikan begitu saja oleh mafia, sehingga usaha pemerintah menjadi sia-sia untuk kesejahteraan rakyatnya.

“Negara tidak mungkin tidak berdaya mengatasi mafia. Yang ada saling menguntungkan tapi kita tidak tahu itu oknum atau apa kan,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan,  bila harga masih terbilang liar dalam masa Ramadhan ini maka intervensi akan dilakukan. Intervensi yang dimaksud berjalan dengan mekanisme operasi pasar.

Kondisi surplus dan defisit stok akan menjadi atensi langsung. Pemerintah akan mempertemukan para pelaku usaha yang mengalami kekurangan stok dengan yang masih memilikinya.

Bahkan dalam tingkat daerah, pemerintah daerah telah memiliki jangkauan untuk sampai melakukan intervensi itu. Pemerintah daerah memiliki anggaran tidak terduga yang bisa dikerahkan untuk mengendalikan harga dalam bentuk lainnya.

“Kalau ada yang kurang produksi kita temui yang sruplus jadi tetap bisa aman,” ucapnya.

Menurutnya, kenaikan harga disebabkan oleh insting para pedagang yang melihat peluang permintaan tinggi. Kondisi harga supaya tidak semakin tinggi adalah tugas pemerintah untuk menjaganya.

“Insting pedagang itu jelang Lebaran dan karena tren jadi biasanya naik. Tapi kita harus jaga supaya terkendali harga naiknya,” katanya.

Ketut menyebut, ada pula empat komoditas impor yang sempat terkendala dan menjadi pemicu adanya harga tinggi. Empat komoditas itu adalah daging, bawang putih, gula, dan kedelai.

Ketut memastikan semuanya sudah terpenuhi. Seperti bawang putih dan daging, dengan importir yang akan masuk lagi maka dipastikan stok aman.

Sementara, kedelai sendiri sudah mengalami penurunan kendati masih tinggi, dari Rp12.500 kini menjadi Rp11.000. Pada tren gula konsumsi dipastikan masih dalam batas wajar.

“Iya betul (kendala impor) namun kini Cina sudah kurangi permintaannya (kedelai) sehingga stok aman dan harga sudah di Rp11.000,” ujarnya.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan