sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

DPRD tolak usul Anies anggarkan bibit pohon Rp30 miliar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan anggaran penyediaan bibit pohon untuk sekolah senilai Rp30 miliar dalam APBD 2020.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 05 Nov 2019 20:25 WIB
DPRD tolak usul Anies anggarkan bibit pohon Rp30 miliar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan anggaran penyediaan bibit pohon untuk sekolah senilai Rp30 miliar dalam APBD 2020.

Komisi D DPRD DKI Jakarta mencoret anggaran penyediaan bibit pohon senilai Rp30 miliar yang diajukan oleh Dinas Kehutanan DKI pada rancangan APBD 2020.

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Nova Harivan Paloh mengatakan, anggaran penyediaan bibit pohon untuk sekolah di Jakarta itu bagian dari pemborosan anggaran. 

"Ya mubazir. Karena anggaran Rp30 miliar buat beli bibit pohon di Jakarta. Misal 10.000 bibit pohon atau 20.000 bibit pohon. Mau dibagikan ke mana tuh?" kata Nova di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (5/11).

Selain itu, Nova menyebut bahwa anggaran untuk program tersebut masih ada sisa dari tahun sebelumnya. 

"Sebanyak Rp30 miliar itu kami drop. Karena penganggaran tahun lalu masih ada dan belum terserap 100%. Kami melihat anggaran tahun lalu masih ada beberapa, dan tahun ini semestinya ditambahkan saja," kata Nova. 

Di sisi lain, Komisi D khawatir bahwa program tersebut bertabrakan dengan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

"Ini bisa tabrakan dengan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). KLHK sudah mempublikasi satu KTP dapat 25 bibit pohon," ucap dia.

Sponsored

Sementara itu, berdasarkan penjelasan Dinas Kehutanan, kata Nova, bibit pohon yang diberikan DKI dengan KLHK berbeda. DKI menyatakan memberikan tanaman hias kepada setiap sekolah. 

Nova memastikan bahwa komisi D DPRD DKI akan merinci per komponen anggaran yang bakal digunakan agar tidak terjadi pemborosan. 

"Ini pentingnya kami rapat di Komisi D untuk satu per satu dibahas per komponen, kami rinci lagi. Nah, dari sini kami ada pendalaman khusus lagi. Benar-benar dikaji," ujar Nova.