sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pengacara FPI sebut Komnas HAM tak beradab soal suara tertawa

Enam Laskar FPI tertawa-tawa karena senang dapat menyelamatkan Rizieq Shihab.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 19 Jan 2021 19:33 WIB
Pengacara FPI sebut Komnas HAM tak beradab soal suara tertawa

Pengacara Front Pembela Islam (FPI) Hariadi Nasution menyebut Ahmad Taufan Damanik semakin memperlihatkan sikap unethical conduct alias tidak beradab sebagai Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Pasalnya, Ahmad Taufan Damanik sempat menyatakan Laskar FPI 'tertawa' ketika terlibat bentrok dengan aparat kepolisian dalam insiden di rest area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Komnas HAM, kata dia, semestinya menjamin pemenuhan HAM di Indonesia dengan menjaga kredibilitas dan independensinya. Menurutnya, Ahmad Taufan Damanik membangun narasi subjektif dan berat sebelah.

“Sehingga KOMNAS HAM RI dibawa oleh Sdr. Ahmad Taufan Damanik yang seharusnya menjadi National Human Rights Defenders berubah menjadi National Defenders for Human Rights Perpetrators,” ujar Hariadi dalam keterangan tertulis, Selasa (19/1).

Pernyataan tertawa-tawa, jelas Hariadi, mengkonstrusikan secara negatif hingga justifikasi untuk menghalalkan pembunuhan secara sistematis terhadap warga sipil. Padahal, klaim dia, adegan tertawa-tawa tersebut hanya sebagian kecil dari serangkaian peristiwa pelanggaran HAM.

Menurutnya, enam Laskar FPI tertawa-tawa karena senang dapat menyelamatkan Muhammad Rizieq Shihab dan keluarganya dari gangguan orang tidak dikenal (OTK). Ekspresi tertawa-tawa, kata dia, merupakan campuran rasa heran karena tidakan gila dan lucu dari OTK.

“Konteks tindakan tertawa-tawa yang dimaksud oleh Sdr. Taufan, faktanya adalah squel sebelum terjadi peristiwa, apa yang disebut oleh KOMNAS RI sebagai peristiwa intensitas tinggi,” tutur Hariadi.

Tim advokasi 6 laskar FPI juga menganggap Ahmad Taufan Damanik tidak mengerti dan memahami sesungguhnya konteks peristiwanya. Untuk itu Hariadi pertanyakan kualitas kepemimpinan dia.

“Pernyataan dari Ketua KOMNAS HAM RI tersebut membuktikan bahwa adanya sikap unwilling dan mekanisme hukum nasional yang unable dalam pengungkapan pelanggaran HAM, sehingga akan menjadi pintu masuk bagi mekanisme internasional dalam upaya penegakan HAM,” ucapnya.

Sponsored

Sebelumnya, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, ada anggota FPI yang tertawa-tawa saat terlibat bentrok dengan polisi. Informasi tersebut diperolehnya dari rekaman voice note laskar FPI.

“Setelah ada tembakan dan ada yang menangis terkena tembakan, ‘serang balik’, ada. Sebelum ada tembakan, ada suara yang itu kelihatan menikmati pergulatan itu, ketawa-ketawa,” ucap Taufan dalam diskusi virtual pada Minggu (17/1/2021).

Rekaman voice note selama 20 menit itu ada di tangan ahli psikologi forensik independen. Bahkan, ahli forensik tersebut diklaim memiliki pengalaman bekerja dengan Biro Investigasi Federal AS atau FBI.

Berdasarkan keterangan ahli tersebut, kata dia, enam Laskar FPI tidak menganggap suasana yang dihadapinya mencekam.

Voice note menampakkan bahasa-bahasa bahwa mereka memang mau melakukan. Kalau bahasa forensik psikologis istilahnya bertahan dan melawan, itu kesimpulan baseline-nya," ujar Taufan.

Berita Lainnya