sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gelombang tinggi di Anyer dan Lampung Selatan bukan tsunami

BNPB mengonfirmasi, air laut yang menyapu bangunan di dua tempat itu bukan tsunami, melainkan gelombang pasang saja.

Purnama Ayu Rizky
Purnama Ayu Rizky Sabtu, 22 Des 2018 23:54 WIB
Gelombang tinggi di Anyer dan Lampung Selatan bukan tsunami
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Masyarakat di sekitar Pantai Anyer dan Lampung Selatan dikagetkan dengan air laut yang menerjang bangunan di sekitar pantai, Sabtu (22/12) pukul 21.30 WIB. Gelombang naik yang cukup besar ini diikuti dengan pemadaman listrik di lokasi. Sehingga, sebagian penduduk di Lampung Selatan memutuskan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri melaporkan, tidak ada gempa besar yang dapat membangkitkan tsunami, baik gempa di sekitar Selat Sunda maupun di Samudera Hindia. Jadi, fenomena yang ada saat ini bukan tsunami. "Tidak ada tsunami di wilayah Indonesia saat ini,  melainkan fenomena akibat air laut yang pasang," cuit BMKG di Twitter.

Fenomena gelombang pasang ini juga tidak ada hubungannya dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejak tadi pagi memang terjadi erupsi, namun erupsi kecil yang tidak menimbulkan pengaruh kenaikan gelombang air laut.

Lewat keterangan tertulisnya, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menerangkan, hasil pengamatan data pasang surut dari papan pengukuran (tidegauge) dari BMKG menunjukkan ada sejumlah kondisi pasang, yakni:

a. Tidegauge Serang tercatat pukul 21.27 WIB ketinggian 0.9 meter.
b. Tidegauge Banten tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian 0.35 meter.
c. Tidegauge Kota Agung Lampung tercatat pukul 21.35 WIB ketinggian 0.36 meter
d. Tidegauge Pelabuhan Panjang tercatat pukul 21.53 WIB ketinggian 0.28 meter.

"BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan hingga kini masih melakukan penanganan di lapangan. Evakuasi dilakukan di beberapa tempat. Pendataan dan penanganan masih dilakukan," tutur Sutopo, Sabtu (22/12).

Masyarakat, lanjutnya, diimbau tetap tenang. Sutopo juga meminta publik tidak terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. Untuk sementara hindari aktivitas di sekitar pantai. Perhatikan kondisi lingkungan yang ada.

"Sekali lagi disampaikan bahwa tidak ada tsunami.  Yang terjadi adalah gelombang pasang di sekitar pantai," tutupnya.

Sponsored

Air laut pasang, sebagian warga mengungsi./ Dokumentasi teraslampung.

Berita Lainnya