sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gempa di Jatim, Kemensos terjunkan 700 personel Tagana

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas subduksi.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Minggu, 11 Apr 2021 11:48 WIB
Gempa di Jatim, Kemensos terjunkan 700 personel Tagana

Kementerian Sosial (Kemensos) menerjunkan 700 personel  Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari 10 kabupaten/kota di Jawa Timur atau Jatim ke lokasi gempa di Kabupaten Malang, Sabtu (10/4).

Tagana tersebut, ke lokasi terdampak untuk membantu evakuasi korban, membangun shelter, mendirikan dapur umum, dan menyelenggarakan layanan dukungan psikososial.

Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, juga meninjau langsung lokasi terdampak gempa. Tiba di Malang, Minggu (11/04) dini hari, mantan Wali Kota Surabaya itu, langsung menyapa serta memberikan bantuan kepada penyintas gempa.

"Yang sabar ya bapak/ibu. Mudah-mudahan situasi segera pulih," kata Risma dikutip dari laman setkab.go.id, Minggu (11/4).

Risma juga mengunjungi pengungsi di Kabupaten Lumajang, Jatim untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Berdasarkan, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik magnitudo 6,7 yang kemudian di-update menjadi magnitudo 6,1 terjadi Sabtu (10/04) pukul 14.00.16 WIB di wilayah Samudra Hindia Selatan Jawa, dengan episenter pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 kilometer arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim pada kedalaman 80 kilometer.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi pergerakan naik (thrust fault)," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Sabtu (10/04).

Kepala BMKG mengungkapkan, tak hanya di wilayah Malang, guncangan akibat gempa juga dirasakan di sejumlah daerah antara lain yaitu Blitar, Kediri, Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Banjarnegara, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Mojokerto, Klaten, Yogyakarta, bahkan hingga beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat, dan Bali.

Sponsored

Dwikorita mengimbau, masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg," tandasnya.

Berita Lainnya