sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Imunisasi ampuh cegah penyebaran penyakit menular

Masyarakat diimbau tak takut divaksin karena proses produksinya telah melalui tahapan-tahapan sesuai prosedur.

Firda Junita
Firda Junita Selasa, 24 Nov 2020 19:43 WIB
Imunisasi ampuh cegah penyebaran penyakit menular
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Imuniasi disebut merupakan cara paling ampuh dalam mencegah penyebaran penyakit menular dan berbahaya yang berdampak buruk bagi kesehatan. Karenanya, masyarakat diminta tidak cemas divaksin.

"Pada prinsipnya, vaksinasi akan membuat seseorang memiliki kekebalan tubuh sehingga tidak perlu melalui sakit saat diserang virus atau bakteri tertentu. Hal ini tentu berbeda dengan kekebalan alami tubuh yang muncul setelah seseorang diserang penyakit. Pada kondisi tersebut, perlu ada fase sakit dulu sampai akhirnya sembuh dan kebal,” ujar dokter spesialis anak Yayasan Orang Tua Peduli (YOP), Endah Citraresmi, dalam webinar "Imunisasi Aktif: Mewujudkan Kualitas Hidup yang Lebih Baik", Selasa (24/11).

Dirinya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah memercayai hoaks tentang vaksin dan imunisasi. Apalagi, telah dipastikan keamanannya karena proses produksi melalui tahapan-tahapan sesuai prosedur keamanan, dimulai dari prauji klinis pada hewan, dilanjutkan dengan tiga tahap uji klinis terhadap manusia, hingga akhirnya mendapatkan izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Saat vaksin beredar di masyarakat, sambungnya, BPOM dan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) tetap dan terus memantau. Dicontohkan dengan laporan vaksinasi MR fase 1 pada 2018, di mana tergolong sedikit sekali kejadian ikutan pascaimunisasi yang terkait langsung dengan pemberian vaksin.

“Laporan KIPI (tertulis), hanya 255 dari 35 juta dosis vaksin dan ternyata setelah diperiksa, hanya 18 kasus yang berhubungan langsung dengan imunisasi, yang lainnya adalah kebetulan,” jelasnya.

Endah melanjutkan, kejadian ikutan yang paling umum terjadi pascaimunisasi berupa reaksi ringan, seperti nyeri dan bengkak di sekitar lokasi penyuntikan. Reaksi tersebut alamiah dan bisa sembuh dalam waktu singkat. Pun itu tidak seberapa dibandingkan dengan manfaat imunisasi.

“Penyakit berat yang bisa mengakibatkan kecatatan dan kematian, kita buat vaksinnya. Itulah kenapa angka kematian balita di Indonesia jauh menurun dibandingkan sebelum ditemukan vaksin. Misalnya, pada kasus pneumonia di Indonesia yang turun karena sudah ditemukan vaksinnya dan itu adalah penyakit yang paling banyak menimbulkan kematian pada balita,” tuturnya.

Dia pun menegaskan, tidak ada pemerintah di mana pun yang mau mengorbankan negaranya. Semuanya membuat vaksin yang terbukti aman, bahkan aktif memantau pembuatannya demi menjamin keamanannya.

Sponsored

“Vaksin ini sangat penting, tidak hanya untuk anak, tapi juga bagi orang dewasa dan lansia. Dengan vaksin, kita menjaga agar kita tetap sehat dan produktif, dan untuk anak-anak kita, vaksin berguna agar tumbuh kembangnya menjadi lebih baik,” tutup Endah.

Berita Lainnya