close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kecelakaan truk tangki Pertamina di Cibubur. Dok Istimewa.
icon caption
Kecelakaan truk tangki Pertamina di Cibubur. Dok Istimewa.
Nasional
Selasa, 19 Juli 2022 15:47

Teridentifikasi, jenazah kecelakaan di Cibubur akan diserahkan ke keluarga

Sudah 10 jenazah korban kecelakaan Cibubur berhasil diidentifikasi.
swipe

Polisi telah berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait penyerahan jenazah korban kecelakaan tangki Pertamina di Cibubur, Bekasi, sekitar pukul 15.29 WIB pada Senin (18/7). Sebab, 10 jenazah juga berhasil diidentifikasi.

"Pihak dari Ditlantas PMJ (Polda Metro Jaya) telah melakukan komunikasi dengan para keluarga korban terkait dengan pengurusan jenazah," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Selasa (19/7).

Menurut Zulpan, sejauh ini penyebab kecelakaan di Cibubur adalah rem truk tangki yang tidak berfungsi dengan baik atau blong. Kecelakaan ini bermula dari mobil tangki BBM Pertamina yang menabrak mobil dan motor di sana.

Dia mengatakan, dugaan itu muncul setelah penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korlantas Polri juga ikut turun dalam olah TKP dengan Tim TAA.

"Dugaan sementara penyebab kejadian ini adalah adanya rem blong," kata Zulpan.

Polisi juga telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam peristiwa naas ini. Kedua orang itu adalah Supadi sebagai sopir dan Kasiran yang merupakan kenek truk tangki BBM itu.

Kapolsek Jatisampurna Bekasi, Iptu Santri Dirga mengatakan, setelah penetapan tersangka keduanya kini dipindahkan ke Polres Kota Bekasi. Persisnya, Satlantas Polres Kota Bekasi dan langsung dilakukan pemeriksaan terhadap keduanya dalam kapasitas sebagai tersangka.

"Semalam tersangka sudah dipindahkan ke Polres (Kota Bekasi)," kata Santri kepada Alinea.id, Selasa (19/7).

Sebelumnya, polisi tidak menemukan bekas rem dari truk tangki Pertamina yang menabrak sejumlah kendaraan di Jl. Transyogi Gunung Putri, Bogor sekitar pukul 15.29 WIB. Kebocoran bahan bakar minyak (BBM) dipastikan tidak ada dalam peristiwa ini.

Direktur Penegakkan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Aan Suhanan mengatakan, olah tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan peralatan berbasis IT. Alat ini akan merekonstruksi kejadian tersebut baik sebelum maupun sesudah.

"Terlalu dini untuk menyebutkan penyebab kecelakaan namun dari bekas-bekas di TKP tidak ada bekas-bekas rem. Ada beberapa kemungkinan bisa faktor manusia bisa faktor teknis bisa faktor jalan," kata Aan kepada wartawan, Senin (18/7).

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan