sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jengkel, Jokowi ancam lakukan reshuffle dan bubarkan lembaga

Jokowi mendorong para pembantunya agar memiliki perasaan sense of crisis.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Minggu, 28 Jun 2020 21:33 WIB
Jengkel, Jokowi ancam lakukan reshuffle dan bubarkan lembaga
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 244676
Dirawat 57796
Meninggal 9553
Sembuh 177327

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan membubarkan lembaga atau bahkan melakukan reshuffle jika memang diperlukan untuk memulihkan ekonomi dan menangani Covid-19.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna tanggal 18 Juni 2020.

"Bisa aja membubarkan lembaga, bisa aja reshuffle (merombak kabinet). Sudah kepikiran kemana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," kata Jokowi dalam video yang diunggah Biro Pers Setpres, Minggu (28/6).

Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan akan mengambil langkah extraordinary untuk rakyat Indonesia dan untuk negara.

Jokowi mengingatkan kabinetnya bahwa mereka memiliki tanggung jawab terhadap 267 juta penduduk Indonesia. "Tolong digaris bawahi, dan perasaan itu tolong sama, kita sama. Ada perasaan sense of crisis yang sama," ujarnya.

Kepala Negara juga menekankan agar jangan mengganggap keadaan saat ini normal, termasuk bidang ekonomi. "Saya melihat masih banyak kita yang menganggap ini normal. Lha, kalau saya lihat bapak ibu dan saudara-saudara melihat ini sebagai sebuah masih normal, berbahaya sekali," ungkapnya dengan nada keras.

Dalam kondisi seperti saat ini, sambung dia, kinerja kabinet harus ekstra luar biasa. Termasuk tindakan dan kebijakan yang juga harus sesuai dengan suasana.

"Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja, menganggap ini sebuah kenormalan, apa-apaan ini," ungkapnya.

Sponsored

Jokowi mengingatkan bahwa kita tidak bisa mengandalkan kinerja yang standar dalam suasana krisis. "Kalau perlu kebijakan perppu, perppu saya keluarkan. Kalau perlu perpres, perpres saya keluarkan. Kalau saudara punya peraturan menteri, keluarkan! untuk menangani negara," ucapnya.  

Pada kesempatan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengaku melihat masih banyak kinerja kabinetnya yang sepertinya masih biasa-biasa saja.

"Saya jengkelnya di situ," katanya.

Berita Lainnya