logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi: Tindak tegas kasus pengeroyokan Audrey

Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait kasus pengeroyokan yang menimpa siswi SMP di Pontianak bernama Audrey.

Sukirno
Sukirno Rabu, 10 Apr 2019 20:11 WIB
Jokowi: Tindak tegas kasus pengeroyokan Audrey

Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait kasus pengeroyokan yang menimpa siswi SMP di Pontianak bernama Audrey.

Jokowi mengaku telah mendengar tentang peristiwa yang menimpa seorang anak siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dikabarkan menjadi korban perundungan beberapa anak lain.

"Kita semua sedih dan marah dengan kejadian ini. Saya telah meminta Kepala Kepolisian RI untuk bertindak tegas menangani kasus ini," ujarnya seperti dilansir di akun facebook dan instagram terverifikasi milik Presiden Jokowi, Rabu (10/4).

Presiden mengatakan, penanganan kasus ini juga harus bijaksana dan berjalan di koridor undang-undang yang sesuai, mengingat para pelaku dan korban masih di bawah umur.

"Yang pasti adalah, kita sedang menghadapi masalah perubahan pola interaksi sosial antarmasyarakat melalui media sosial. Kita sedang dalam masa transisi pola interaksi sosial itu, hendaknya lebih berhati-hati," urainya.

Jokowi yang juga merupakan calon presiden nomor urut 01 itu benar-benar berharap agar orang tua, guru, dan masyarakat turut bersama-sama merespons setiap perubahan-perubahan yang ada, mengawasi betul anak-anak, serta meluruskan hal-hal yang tidak benar.

Menurut Jokowi, usulan revisi terhadap regulasi yang berkaitan dengan anak-anak itu satu hal, tapi yang paling penting lagi adalah budaya, etika, norma-norma, nilai agama, semua tidak memperbolehkan adanya perundungan, apalagi penganiayaan fisik.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Saya telah mendengar tentang peristiwa yang menimpa seorang anak kita, siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dikabarkan menjadi korban perundungan beberapa anak lain. Kita semua sedih dan marah dengan kejadian ini. Saya telah meminta Kepala Kepolisian RI untuk bertindak tegas menangani kasus ini. Penanganannya harus bijaksana dan berjalan di koridor undang-undang yang sesuai, mengingat para pelaku dan korban masih di bawah umur. Yang pasti adalah, kita sedang menghadapi masalah perubahan pola interaksi sosial antarmasyarakat melalui media sosial. Kita sedang dalam masa transisi pola interaksi sosial itu, hendaknya lebih berhati-hati. Saya benar-benar berharap agar orang tua, guru, dan masyarakat turut bersama-sama merespons setiap perubahan-perubahan yang ada, mengawasi betul anak-anak kita, serta meluruskan hal-hal yang tidak benar. Usulan revisi terhadap regulasi yang berkaitan dengan anak-anak itu satu hal, tapi yang paling penting lagi adalah budaya kita, etika kita, norma-norma kita, nilai agama kita, semua tidak memperbolehkan adanya perundungan, apalagi penganiayaan fisik.

Sponsored

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on