sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KAHMI JAYA nilai Kemal Arsjad berstandar moral lemah

KAHMI Jaya mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Tohir, memecat Kemal Arsjad.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Senin, 28 Jun 2021 21:26 WIB
KAHMI JAYA nilai Kemal Arsjad berstandar moral lemah

Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jakarta Raya (MW KAHMI Jaya) menilai, pernyataan Komisaris Independen PT Asuransi kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo, Kemal Arsjad, melalui akun Twitternya tidak beradab dan berstandar moral lemah.

Sebagai pejabat publik, menurut Sekretaris Umum MW KAHMI Jaya, Moehammad Amin, tidak pantas mencuitkan hinaan kepada seseorang, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Karenanya, KAHMI Jaya berencana mengadukan Kemal kepada aparat berwajib.

"Atas sikapnya itu, KAHMI Jaya akan melaporkan Kemal ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan dan perbuatan tak menyenangkan," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (28/6).

Dia menegaskan, KAHMI Jaya bakal melaporkan Kemal dengan dugaan pencemaran nama baik atau ujaran yang menimbulkan kerugian terhadap korban. Ini tertuang dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam pasal itu disebutkan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. "KAHMI Jaya akan konsultasikan ini ke lawyer," kata Amin.

Selain itu, KAHMI Jaya juga mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir, memecat Kemal. Alasannya, perilakunya mencoreng nama baik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menteri BUMN.

"Semua pajabat negara baik itu pusat maupun daerah sedang berjibaku menekan angka penyebaran Covid-19. Lalu, Kemal sebagai pejabat BUMN tidak memiliki etika dan membuat gaduh. Ini mencoreng nama baik BUMN,” tegasnya. "KAHMI Jaya juga akan buat surat terbuka kepada Menteri BUMN."

Bagi Amin, seseorang yang berkata kasar seperti Kemal tidak seharusnya diberikan kesempatan lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). "Dan tak layak jadi pejabat," ujarnya.

Sponsored

Dirinya beralasan, sikap Kemal dapat memicu kegaduhan. Apalagi, Anies menjadi kepala daerah setelah memenangi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2017 dengan perolehan 57% suaran.

"Kemal, kan, ditunjuk jadi komisaris. Beda sama gubernur yang dipilih langsung. Jaga adablah, jangan arogan," tutup Amin.

Kemal via akun Twitter @kemalarsjad pada Sabtu (26/6) berkicau sebuah komentar bernada kebencian yang ditujukan kepada Anies Baswedan. Isinya, "Halah… Bangsat benarlah nih orang. Kalau ketemu, gw ludahin mukanya."

Sontak twit Kemal direspons warganet. Meski telah dihapus, kicauan itu terlanjur viral karena banyak yang mengambilnya (capture). Tagar komisaris pun jadi salah satu tren di Twitter, Minggu (27/6).

Setelah kontennya viral, Kemal menyampaikan permohonan maaf. "Terima kasih teman-teman yang baik, yang sudah mengingatkan dan memberi sebuah pembelajaran untuk saya. Untuk itu, mohon diterima permohonan maaf saya," twitnya, kemarin. "Semoga badai Covid cepat berlalu dan kita semua sehat-sehat saja."

Berita Lainnya