sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Esensi Kampus Merdeka, Jokowi: Mahasiswa dididik kurikulum industri bukan dosen

“Oleh karena itu, ajak industri ikut mendidik mahasiswa."

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 27 Jul 2021 16:06 WIB
Esensi Kampus Merdeka, Jokowi: Mahasiswa dididik kurikulum industri bukan dosen

Pandemi Covid-19 disebut menyebabkan serangkaian serial disrupsi. Ia juga diklaim menambah disrupsi yang dipicu revolusi industri 4.0, yang mengubah lanskap sosial-budaya dan ekonomi-politik.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, banyak jenis pekerjaan yang hilang akibat disrupsi. Namun, banyak pula jenis pekerjaan baru bermunculan pada saat ini dan masa depan.

"Jangan sampai pengetahuan dan keterampilan mahasiswa itu justru tidak menyongsong masa depan. Pengetahuan dan keterampilan yang hebat di masa kini bisa jadi sudah tidak dibutuhkan lagi dalam 5 tahun atau 10 tahun ke depan,” ucapnya dalam sambutan Konferensi Forum Rektor Indonesia, Selasa (27/7).

Perguruan tinggi (PT), menurutnya, harus mempersiapkan mahasiswa dengan pengetahuan yang relevan sesuai zamannya. Pun perlu berkolaborasi dengan praktisi dan industri. Apalagi, pelaku industri juga membutuhkan talenta dan inovasi mahasiswa.

“Oleh karena itu, ajak industri ikut mendidik mahasiswa sesuai dengan kurikulum industri bukan kurikulum dosen agar mahasiswa memiliki pengalaman yang berbeda dari pengalaman di dunia akademik semata,” tutur Jokowi.

Dia juga meminta PT memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan talenta lintas jurusannya. Jadi, tidak berarti mahasiswa harus belajar sesuai jurusannya lantaran masing-masing memiliki talenta yang harus digali, difasilitasi, dan dikembangkan.

“Itulah esensi dari Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar,” klaim bekas Gubernur DKI Jakarta ini.

Semua profesi pada masa depan, lanjut Jokowi, membutuhkan pengetahuan gabungan (hybrid knowledge) dan kemampuan gabungan (hybrid skill). Karenanya, PT diminta tak terlalu kaku memagari disiplin ilmu.

Sponsored

Jika itu yang dilakukan, dirinya sesumbar, mahasiswa takkan mampu membangun relevansi dengan dunia yang sedang terdisrupsi dan diklaim akan melahirkan alumni yang gagap menyongsong masa depan.

Jokowi juga meminta PT yang berusia tua melakukan peremajaan diri dengan mengubah kurikulum dan sistem manajemen agar tangguh serta kompetitif dalam menghadapi dunia yang terdisrupsi. Adapun PT yang berusia muda, sekarang dinilai kesempatan untuk melompat ke kurikulum dan manajemen model baru.

"Distrupsi memberikan kesempatan kepada pendatang baru, kepada yang remaja untuk mendahului yang lama, yang terbebani dengan cara-cara lama,” tandasnya.

Berita Lainnya