sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kapolri baru diminta prioritaskan kasus Novel Baswedan

WP KPK juga meminta agar tim teknis yang dibentuk Kapolri segera mengumumkan hasil investigasi terkait kasus Novel.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 30 Okt 2019 16:51 WIB
Kapolri baru diminta prioritaskan kasus Novel Baswedan

Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Komjen (Pol) Idham Azis memprioritaskan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan jika terpilih menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian. 

"Kami harapkan pengungkapan (kasus) Bang Novel, baik itu pelaku langsung ataupun yang menyiram, dalang-dalang itu segera diungkap dan jadi prioritas dalam misalnya 100 hari kepemimpinannya beliau," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (30/10).

Idham baru saja menjalani uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon Kapolri di ruang rapat Komisi III DPR RI. Seluruh anggota Komisi III sepakat menunjuk Idham sebagai Kapolri baru. Idham kini tinggal menunggu rapat paripurna pengesahannya sebagai Kapolri.
 
Lebih jauh, Yudi berharap, tim teknis kasus Novel yang dibentuk Polri segera mengungkapkan hasil kinerjanya pada publik. "Apa pun hasilnya, baik pelakunya tertangkap atau belum tertangkap, ditemukan fakta-fakta baru, bukti-bukti baru, kesaksian baru," tutur dia. 

Jika kinerja tim teknis dianggap belum memuaskan, Yudi mengatakan, pihaknya berharap Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen. 

"Sampai saat ini harapan kami, jika tidak tertangkap sampai 31 Oktober, Pak Presiden bentuk tim gabungan pencari fakta untuk ungkap kasus ini setuntas-tuntasnya," ujar Yudi.

Dihubungi terpisah, kuasa hukum Novel Baswedan Saor Siagian memprediksi tak ada temuan baru yang signifikan dari kinerja tim teknis lapangan kasus Novel. "Saya kira tidak ada (temuan baru) yang signifikan. Hanya buang-buang waktu saja," terang Saor.

Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. Sejak peristiwa itu, Polri menginisasi TGPF untuk mengungkap pelaku tersebut. Namun, sampai tenggat waktu masa kerjanya pada 8 Juli 2018, kinerja TGPF belum membuahkan hasil signifikan.

TGPF kemudian merekomendasikan Polri untuk membuat tim teknis lapangan yang bertugas untuk mengungkap pelaku lapangan penyiram air keras Novel Baswedan. Dibentuk pada 3 Agustus 2019, Jokowi memberikan waktu tiga bulan bagi tim tersebut untuk mengungkap kasus Novel.

Sponsored

Saor mengaku prihatin dengan kinerja aparat kepolisian yang terkesan lamban dalam mengungkap para pelaku dan dalang penyerangan terhadap Novel. "Saya sedih, karena peristiwa (penyiraman air keras terhadap Novel) ini berlarut-larut," kata dia.