sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kapolri perintahkan Kapolda Sulteng berkantor di Poso

Tujuan Kapolda Sulteng berkantor di Poso agar fokus buru kelompok MIT Ali Kalora.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 02 Des 2020 12:55 WIB
Kapolri perintahkan Kapolda Sulteng berkantor di Poso
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Abdul Rakhman Baso untuk berkantor di Poso. Tujuannya, agar lebih fokus mengejar kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

"Perintah Kapolri hari Selasa 1 Desember 2020, Kapolda Sulteng berkantor di Poso dan di-back up oleh tim terbaik Bareskrim Polri," ucap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/12).

Argo menambahkan, demi mempercepat proses pengejaran, Kapolri juga memerintahkan untuk mengirimkan tambahan personel Bareskrim Polri ke lokasi kejadian.

Lebih lanjut, Argo menuturkan, dalam pengejaran anggota MIT, Satgas Tinombala tidak hanya dibantu TNI dan Densus 88 Antiteror, tetapi juga diberikan dukungan drone serta intel IT guna membantu proses pengejaran. Seluruh pasukan itu dikerahkan di tiga desa.

"Pasukan satgas Operasi Tinombala ke wilayah Desa Lembahtongoa, Sausu, Salatanga," ujarnya.

Di sisi lain, aparat gabungan juga masih melakukan trauma healing atau pemulihan trauma kepada warga yang desanya menjadi lokasi teror kelompok MIT. Pasokan paket sembako juga masih terus didistribusikan kepada masyarakat yang masih di pengungsian.

"Bantuan Sembako 400 paket dari Polda untuk masyarakat transmigrasi yang mengungsi di Dusun Levonu. Lalu perbaikan enam buah rumah tinggal atau pos pelayanan umat sudah mulai dilaksanakan inisiasi dari Polda untuk kecepatan serta bantuan proses pemakaman korban berupa empat peti mati dan bantuan duka air mata," tuturnya.

Untuk diketahui, pembunuhan satu keluarga di desa tersebut terjadi pada Jumat, 27 November 2020. Selain membunuh, kelompok Ali Kalora itu juga membakar rumah.

Sponsored

Di desa lokasi kejadian diketahui terdapat 40 kartu keluarga yang tinggal. Para warga telah mengungsi karena merasa takut dengan teror itu.

Berita Lainnya