sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kasus radioaktif di Serpong, polisi periksa enam saksi

Empat orang dari PT IINUKI, satu orang dari PT KMR, dan satu orang PNS BAPETEN diperiksa sebagai saksi.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 06 Mar 2020 19:58 WIB
Kasus radioaktif di Serpong, polisi periksa enam saksi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Penyidik Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi dalam kasus temuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan, Banten. Mereka diperiksa terkait laporan terhadap karyawan Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN berinisial SM.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, keenam saksi yang dipanggil adalah BS selaku Manager Produksi PT Industri Nuklir Indonesia atau INUKI (Persero), S selaku Pelaksana Gudang PT INUKI, BL selaku Manager Sales PT INUKI, Y selaku Manager HRD PT INUKI, I selaku Kabag TU PT KMR, dan D selaku PNS Badan Pengawas Tenaga Nuklir atau BAPETEN. Pemeriksaan itu dilakukan guna mendalami peran SM yang diduga menyimpan zat tersebut. 

"Pemeriksaan saksi dugaan tindak pidana ketenaganukliran yang diduga dilakukan oleh SM," kata Argo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Menurutnya, sampai saat ini penyidik telah memeriksa puluhan saksi. Namun, penyidik belum melakukan gelar perkara untuk meningkatkan status SM.

“Sampai saat ini berarti sudah 23 saksi yang diperiksa. Kalau pemeriksaan saksi sudah dirasa cukup, baru penyidik akan melakukan gelar perkara,” ucapnya.

Kasus ini bermula dari adanya paparan radiasi bahan radioaktif Cesium atau CS-137 di tanah kosong di samping lapangan voli blok J Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Paparan radiasi itu dideteksi oleh sensor bahan radioaktif saat BAPETEN melakukan pemantauan radioaktivitas lingkungan di Perumahan Batan Indah. Paparan radiasi itu dideteksi oleh unit pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS-MONA) yang dimiliki Bapeten sejak 2013 untuk keperluan kesiapsiagaan nuklir.

Dari kegiatan itu, ditemukan adanya nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal, di area tanah kosong tersebut.

Sponsored
Berita Lainnya